Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang pemuda asal Madiun berinisial RO (21) ditemukan tewas usai diduga melompat dari lantai 20 hotel di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Peristiwa tragis pada Sabtu (2/5) malam itu menggegerkan warga dan pengunjung hotel.
Fakta-fakta di balik kejadian pun mulai terungkap, mulai dari aktivitas korban sebelum kejadian hingga dugaan kondisi psikologisnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kronologi: Datang ke Kafe, Pesan Makanan, Lalu Terjatuh
Peristiwa ini pertama kali diketahui dari keterangan saksi di lokasi, termasuk seorang waitress dan petugas keamanan hotel. Korban diketahui sempat berada di area kafe lantai 20 sebelum kejadian.
"Setelah dilakukan olahTKP bahwa benar korban meninggal dunia diduga karena bunuh diri dengan cara melompat dari Lantai 20 HotelGoldvitel, untuk mengetahui penyebab kematian harus dilakukan visum luar dan visum dalam (autopsi)," ujar Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (3/5/2026).
Berdasarkan keterangan saksi, korban datang ke lantai 20 sekitar pukul 21.43 WIB dan sempat memesan makanan.
"Pada hari Sabtu, 02 Mei 2026 pukul 22.00 WIB saksi (waitress) menerangkan bahwa pukul 21.43 WIB korban datang ke lantai 20 (tempat cafe) dan pukul 21.48 WIB korban pesan makanan fruit garden salad," ujar Vian.
Korban kemudian duduk di area teras kafe dan sempat menyantap pesanannya.
"Lalu saksi melihat korban duduk di teras cafe lantai 20, kemudian 5 menit saksi mengantarkan makanan di teras cafe, lalu saksi juga melihat korban sedang makan," tutur Vian.
Tak lama berselang, petugas keamanan mendengar suara benda jatuh dari atas.
"Lalu saksi 2 (satpam) mencari dan melihat ada korban sudah tergeletak di parkir lobi hotel," lanjut Vian.
Polisi memastikan tidak menemukan pesan atau surat wasiat yang ditinggalkan korban sebelum kejadian.
"Sesuai kronologis, (korban) tamu cafe," ujar Vian saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (3/5/2026).
"Tidak ditemukan wasiat," ungkapnya.
Dari hasil pendalaman, polisi mengungkap adanya dugaan korban mengalami gangguan psikologis. Hal ini diperkuat dari keterangan keluarga.
"Bahwa sesuai dengan keterangan keluarga korban pada Oktober 2025, korban sempat masuk RS Jiwa Bangli, Bali dan mendapatkan perawatan selama 1 bulan," ujar Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (3/5/2026).
Setelah itu, korban sempat dibawa ke pondok pesantren di wilayah Ponorogo.
"Tetapi pada bulan ketiga (dipondokkan), korban kabur dan tidak diketahui keberadaanya. Keluarga mendapatkan informasi bahwa korban bekerja di Surabaya, tetapi pihak keluarga tidak mengetahui jelas dimana lokasi bekerja dan dimana lokasi tempat tinggal, karena pihak keluarga sudah tidak pernah berkomunikasi dengan korban," bebernya.
Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan gangguan kejiwaan yang dialami korban.
"Bahwa sesuai keterangan pihak keluarga, penyebab bunuh diri, diduga korban mengalami gangguan kejiwaan atau depresi," imbuhnya.
Dalam perkembangan terbaru, keluarga juga menyampaikan diagnosis yang pernah diterima korban.
"Update dari keluarga, sesuai hasil diagnosis RS Jiwa Bangli, Bali, bahwa korban mengalami gangguan kejiwaan Bipolar Affective Disorder," ujar Vian.
Setelah kejadian, pihak hotel langsung melaporkan insiden tersebut ke call center 112 dan kepolisian. "(Laporan) diteruskan ke Inafis Polrestabes Surabaya guna di lakukan olah TKP," beber Vian.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk dilakukan visum.
"Bahwa saat ini korban telah dilakukan visum dan dalam proses di bawa ke rumah duka," pungkas Vian.
Simak Video "Video Top 5: iPhone 18 Pro Resmi Rilis hingga Kasus Bunuh Diri Naik Tiap Tahun"
[Gambas:Video 20detik] (auh/hil)
