KAI Daop 8 Surabaya Uji Coba Biodiesel B50 di Lokomotif, Ini Hasilnya

KAI Daop 8 Surabaya Uji Coba Biodiesel B50 di Lokomotif, Ini Hasilnya

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 04 Mei 2026 16:00 WIB
KAI Daop 8 uji coba Biodiesel B50
KAI Daop 8 uji coba Biodiesel B50 (Foto: Istimewa)
Surabaya -

KAI Daop 8 Surabaya telah memulai uji coba penggunaan Biodiesel B50 pada lokomotif kereta api. Pemerintah pusat juga telah mewajibkan penggunaan bahan bakar tersebut dan didukung KAI untuk energi bersih dan keberlanjutan nasional.

Uji coba penggunaan Biodiesel B50 perdana dilakukan pada lokomotif dengan nomor seri CC206 15 12. Mulai dari proses pencampuran bahan bakar pada 29 April 2026, selanjutnya pengecekan kondisi sarana, hingga pengujian statis penggunaan bahan bakar pada lokomotif di Depo Lokomotif Sidotopo.

Setelah pengujian penggunaan bahan bakar Biodiesel B50 pada lokomotif dengan nomor seri CC206 15 12, kemudian melakukan uji dinamis perdana untuk perjalanan KA Sembrani relasi Surabaya Pasar Turi-Gambir pada tanggal 30 April 2026, dan perjalanan KA Sembrani relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pada tanggal 1 Mei 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil awal menunjukkan bahwa penggunaan biodiesel B50 dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu kinerja operasional lokomotif," kata Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono, Senin (4/5/2026).

Mahendro mengatakan, serangkaian uji coba tahap awal itu untuk memastikan penggunaan Biodiesel B50 aman dan andal untuk operasional KA. Bahkan dapat menekan emisi karbon, menciptakan transportasi yang lebih ramah lingkungan, serta sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

ADVERTISEMENT

Uji coba juga akan berlanjut dengan durasi pengujian selama enam bulan. Selama masa uji coba, tim teknis akan melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi maupun ketahanan mesin lokomotif.

"Evaluasi menyeluruh akan terus dilakukan sebelum implementasi lebih luas diterapkan untuk menjamin aspek keselamatan maupun keamanan perjalanan kereta api," ujarnya.

Sebelumnya, sarana diesel KAI telah menggunakan bahan bakar B40 yang telah digunakan secara menyeluruh sejak Februari 2025, setelah melewati rangkaian uji coba bersama yang sukses sejak Juli 2024. Selama penggunaannya, performa mesin kereta api tetap berfungsi optimal.

Oleh karena itu, KAI optimis, pelaksanaan uji coba dan peralihan dari B40 ke B50 ke depan akan berlangsung dengan lancar. Apalagi spesifikasi kedua jenis bahan bakar tersebut hampir sama.

"Kami berharap kegiatan uji coba penggunaan bahan bakar Biodiesel B50 pada lokomotif kereta api yang diinisiasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini dapat berjalan dengan lancar, serta memberikan manfaat yang optimal, tidak hanya untuk pengembangan teknologi perkeretaapian, tetapi juga mendukung transisi energi, menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads