Stok Hewan Kurban Jatim Surplus, Siap Suplai Provinsi Lain hingga Ekspor

Stok Hewan Kurban Jatim Surplus, Siap Suplai Provinsi Lain hingga Ekspor

Bakrie - detikJatim
Sabtu, 02 Mei 2026 16:30 WIB
Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Kadis Peternakan Jatim Indiyah dan Wabup Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro meninjau sapi kurban di Nganjuk
Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Kadis Peternakan Jatim Indiyah dan Wabup Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro meninjau sapi kurban di Nganjuk. (Foto: Bakrie/detikJatim)
Nganjuk -

Stok hewan kurban di Jawa Timur dinyatakan surplus. Bahkan ketersediannya siap menyuplai kebutuhan provinsi lain di Indonesia hingga berpeluang diekspor ke Malaysia dan Arab Saudi.

Hal itu disampaikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di sela kunjungan ke peternakan sapi Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (2/4/2026).

Khofifah menegaskan bahwa potensi besar ini harus dimanfaatkan tidak hanya untuk pasar dalam negeri, tapi juga internasional. Karena baru-baru ini, Jatim berhasil menjalin kerja sama pengiriman domba ke Malaysia, dan kini tengah menjajaki peluang ke Arab Saudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Baru kemarin saya bertemu Dubes Saudi Arabia. Beliau tertarik dengan potensi ternak kita. Saya sampaikan bahwa populasi sapi, domba, dan unggas di Jatim ini tertinggi di Indonesia, dan RPH Halal kita sudah mayoritas," ungkap Khofifah.

Khofifah juga memuji kualitas sapi di Nganjuk, khususnya di Kandang Sapi Baru yang saat ini memiliki 224 ekor sapi kurban. Menurutnya, ini menjadi peluang besar bagi peternak lokal untuk semakin memperluas jangkauan pasar.

ADVERTISEMENT

"Sapi Baru Nganjuk ini besar dan sehat. Ini harus menjadi peluang baru. Tugas kita bersama membangun akses pasar, terutama di luar negeri karena potensinya sangat besar," tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepada Dinas Peternakan Provinsi Jatim, Indyah Aryani memprediksi permintaan total hewan kurban tahun ini sekitar 427.600 ekor.

"Sedangkan ketersediaan kita surplus, ada sapi 1.029.119 ekor, kambing 943.503 ekor, domba 444.600 ekor, dan kerbau 1.698 ekor. Jadi kita surplus besar, sapi lebih dari 600 ribu, kambing 650 ribu, domba 500 ribu," beber Indyah.

Kondisi kesehatan hewan juga terus dijaga ketat. Meskipun prediksi penyembelihan naik sekitar 10-15%, Dinas Peternakan memastikan pengendalian penyakit seperti PMK dan LSD berjalan maksimal berkat dukungan vaksin, obat-obatan, dan disinfektan yang rutin diberikan.

"Lalu lintas ternak juga kami pantau ketat agar tidak memunculkan kasus baru. Yang sakit kita obati, yang sehat kita vaksin. Semuanya aman dan terkendali berkat arahan Ibu Gubernur," tambahnya.

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro menyatakan bahwa sapi 200 ekor lebih yang ditinjaunya bersama Gubernur Khofifah tersebut, semuanya dalam kondisi sehat.

"Tadi kita lihat besar-besar, bahkan ada yang beratnya satu koma satu ton. Luar biasa. Kita lihat sehat-sehat. Alhamdulillah respons Bu Gubernur tadi cukup positif. Mudah-mudahan sampai nanti Idul Kurban, semua berjalan aman," pungkas Handy.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads