Perahu Angkut Besi Tua Tenggelam di Perairan Gresik, 1 Tewas-2 Hilang

Perahu Angkut Besi Tua Tenggelam di Perairan Gresik, 1 Tewas-2 Hilang

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Minggu, 03 Mei 2026 12:06 WIB
Perahu tenggelam di Gresik
Perahu tenggelam di Gresik/Foto: Istimewa
Gresik -

Sebuah perahu bermuatan besi tua tenggelam di perairan depan Pelabuhan Umum Gresik. Satu dari 5 ABK (anak buah kapal) ditemukan meninggal dalam keadaan menggenggam pelampung.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (2/5/2026) malam. Perahu yang ditumpangi oleh 5 ABK itu berangkat dari wilayah Lumpur, Gresik sekitar pukul 15.00 WIB menuju perairan Kamal, Madura untuk mengambil besi tua.

Setelah selesai memuat sekitar 3 ton besi, perahu kembali ke Gresik sekitar pukul 19.00 WIB. Namun sekitar pukul 21.00 WIB, saat melintas di perairan depan Pelabuhan Umum Gresik, perahu diduga kemasukan air akibat gelombang kapal yang melintas hingga akhirnya miring dan tenggelam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak dua ABK yang bernama Yusuf (45) warga Manukan Rejo, Surabaya dan Abdul Halim (31) warga Gresik berhasil diselamatkan kapal yang melintas.

ADVERTISEMENT

Sementara satu korban, Sukir (42) warga Asemrowo, Surabaya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan depan PLTU Gresik dalam keadaan memegang pelampung.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution membenarkan adanya peristiwa kapal tenggelam tersebut. Saat ini korban telah di evakuasi dan telah diserahkan ke pihak keluarga.

"Iya benar. Sudah kita evakuasi dan kemarin langsung dibawa ke RSUD Ibnu Sina. Saat ini sudah diserahkan ke pihak keluarga," kata Ramadhan, Minggu (3/5/2026).

Ramadhan menambahkan, saat ini, pihaknya bersama Basarnas, Satpolairud, dan stakeholder terkait terus melakukan upaya pencarian secara intensif. Sebab, dua ABK lainnya, yang bernama H. Ajib (60) dan Halimi (32), masih belum ditemukan.

"Kami terus berkoordinasi dengan stake holder terkait dalam proses pencarian dua korban yang belum ditemukan," tambahnya.

Hingga saat ini, tim gabungan masih menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian. Pencarian akan dilakukan selama 7 hari ke depan dengan jarak radius 10 KM dari lokasi kejadian.

"Upaya penyisiran dilakukan secara maksimal, dan kami juga mengajak masyarakat nelayan untuk ikut membantu memberikan informasi. Semoga sebelum 7 hari sudah ketemu. Yang paling penting ditemukan dalam keadaan selamat," pungkasnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads