Nelayan Situbondo Sujud Syukur Usai Perahu Karam-Terapung 4 Jam di Bali

Nelayan Situbondo Sujud Syukur Usai Perahu Karam-Terapung 4 Jam di Bali

Adhar Muttaqin - detikJatim
Senin, 30 Mar 2026 13:30 WIB
Nelayan asal Situbondo selamat usai perahunya karam dan dia sempat terapung di laut selama 4 jam. Setelah dievakuasi ke Trenggalek, dia sujud syukur.
Nelayan asal Situbondo selamat usai perahunya karam dan dia sempat terapung di laut selama 4 jam. Setelah dievakuasi ke Trenggalek, dia sujud syukur. (Foto: Istimewa)
Trenggalek -

Seorang nelayan asal Situbondo ditemukan terapung 4 jam di perairan Bali usai perahunya tenggelam dihantam ombak. Korban berhasil diselamatkan kapal batu bara dan dievakuasi ke Trenggalek.

Komandan Tim Operasi Pos Basarnas Trenggalek Yoni Fariza mengatakan korban Imam Junaedi (46), warga Desa Palangang, Kecamatan Jangkar, Situbondo ditemukan kru KM SLM Josephine pada Minggu (29/3/2026) pukul 10.45 WITA.

Saat ditemukan korban berada di tengah laut pada koordinat 08Β°53'96" LS dan 115Β°05'47" BT atau di sekitar perairan selatan Tanjung Mebulu, Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban terapung di laut dengan berpegangan potongan katir atau cadik perahunya," ujarnya.

Keberadaan korban diketahui oleh kru KM SLM Josephine pengangkut batu bara tujuan Berau-Cilacap. Imam Junaidi akhirnya berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke atas kapal.

ADVERTISEMENT

"Kondisi korban Alhamdulillah sehat meskipun sempat terapung di laut selama 4 jam," jelasnya.

Nelayan asal Situbondo selamat usai perahunya karam dan dia sempat terapung di laut selama 4 jam. Setelah dievakuasi ke Trenggalek, dia sujud syukur.Nelayan asal Situbondo selamat usai perahunya karam dan dia sempat terapung di laut selama 4 jam. Setelah dievakuasi ke Trenggalek, dia sujud syukur. (Foto: Istimewa)

Dari keterangan korban, saat itu yang bersangkutan tengah melakukan aktivitas melaut. Sekitar pukul 8.00 WIB perahu yang ditumpangi dihantam ombak besar hingga terbaik dan karam.

"Korban akhirnya berusaha bertahan dengan berpegangan pada katir perahu," jelasnya.

Yoni menambahkan, setelah dievakuasi ke kapal batu bara, nakhoda memberikan sinyal darurat kepada Tim SAR guna meminta arahan sandar di pelabuhan terdekat untuk menurunkan korban.

"Kami berkoordinasi dengan sejumlah pihak, mulai dari Kesyahbandaran Pelabuhan Prigi, Pos TNI AL, hingga kepolisian air dan instansi terkait lainnya. Hasilnya, proses penjemputan korban dilakukan di Teluk Prigi, Trenggalek," jelasnya.

Senin (30/3/2026) pagi Tim SAR gabungan melakukan penjemputan korban dari KM SLM Josephine yang berhasil sandar di teluk. Imam Junaedi langsung sujud syukur saat tiba di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi.

"Yang bersangkutan dijemput oleh keluarganya, namun sebemum pulang diperiksa kesehatannya di Puskesmas Watulimo," imbuh Yoni.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads