Satuan Lalu Lintas Polresta Sidoarjo menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas dalam rangka mengantisipasi pergerakan massa buruh pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). Rekayasa ini dilakukan guna menjaga kelancaran arus kendaraan, khususnya di jalur utama Sidoarjo menuju Surabaya.
Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, Yudhi Anugrah Putra, mengatakan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah titik krusial yang akan menjadi fokus pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
"Sejumlah titik sudah kami siapkan rekayasa lalu lintas, terutama di lokasi yang menjadi jalur pergerakan massa buruh menuju Surabaya," kata Yudhi kepada detikJatim Kamis (30/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, titik kumpul utama massa aksi berada di Alun-Alun Sidoarjo. Di lokasi itu, penutupan total akan diberlakukan di sisi barat dan area depan Pendopo Bupati karena menjadi titik awal keberangkatan rombongan.
Sementara itu, di kawasan Puri Surya Jaya, Gedangan, yang kerap menjadi titik kumpul alternatif buruh, kendaraan dari arah Surabaya menuju Sidoarjo akan dialihkan ke jalur frontage.
"Jalur alternatif sudah kami siapkan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan meskipun ada pergerakan massa," tambah Yudhi.
Selain itu, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan di Bundaran Waru. Kendaraan dari arah Mojokerto menuju Surabaya akan dialihkan dengan diputar ke kiri menuju kawasan Masjid Al-Akbar Surabaya.
"Untuk mengurangi kepadatan, kendaraan tidak diarahkan langsung ke pusat kota Surabaya, tetapi dialihkan melalui jalur alternatif," jelasnya.
Penutupan total juga akan dilakukan di ruas Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan Letjen Soetoyo. Seluruh kendaraan dari arah tersebut akan diputar ke kiri menuju Krian guna menghindari penumpukan kendaraan di jalur utama.
Dalam pengamanan ini, Satlantas Polresta Sidoarjo juga akan melakukan pengawalan penuh terhadap rombongan buruh. Pengawalan dilakukan sejak keberangkatan dari Alun-Alun Sidoarjo hingga ke Surabaya, termasuk saat arus balik.
Personel akan ditempatkan di berbagai posisi, mulai dari depan, samping, hingga belakang rombongan guna memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan.
Yudhi mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi keterlambatan perjalanan, khususnya bagi pengguna jalan yang menuju Surabaya.
"Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan jalur ruas tol dan jalan alternatif yang telah disiapkan dan menyesuaikan waktu perjalanan karena dipastikan akan ada penambahan waktu tempuh," pungkasnya.
(auh/dpe)











































