Cara Membuat CV Ala Menaker agar Lolos Screening HRD

Cara Membuat CV Ala Menaker agar Lolos Screening HRD

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Jumat, 01 Mei 2026 01:00 WIB
Contoh CV ATS Friendly.
Contoh CV ATS Friendly. Foto: Wepik/Freepik
Surabaya -

Sambil menanti jadwal pembukaan program Magang Nasional atau Maganghub 2026, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak para jobseeker, terutama fresh graduate bersiap dari sekarang.

Saat mendaftar, hal yang paling utama adalah CV. Nah, supaya profil kamu menonjol diantara pelamar lain, Menaker Yassierli membocorkan tips and trik menulis CV yang auto dilirik HRD. Yuk simak!

Rahasia CV Keren adalah Metode STAR

Dikutip dari postingan TikTok @yassierli, ia membagikan tips cara membuat CV yang baik. Dalam videonya, ia menjelaskan bahwa rahasianya adalah menggunakan metode STAR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

S adalah situation, T melambangkan task, A adalah action, dan R adalah result. Menteri Yassierli menjelaskan bahwa metode STAR ini membantu menggambarkan kasus konkret dari pengalaman kerja.

"Di mana situasinya, seperti apa-apa yang kita lakukan (S). Jabatannya (T). Kemudian apa uang spesifik, inovasi atau hasil dari apa yang dikerjakan (A). Dan, yang terakhir ketika kita berada dalam penugasan tersebut kinerja apa yang paling penting (R)," terang Yassierli dalam video.

ADVERTISEMENT

Jadi, saat menulis pengalaman kerja di CV, jangan cuma menulis pernah kerja di perusahaan tertentu selama beberapa bulan atau tahun. Recruiter biasanya ingin tahu gambaran yang lebih jelas soal apa yang benar-benar kamu kerjakan di sana.

Coba jelaskan situasi pekerjaanmu secara ringkas, termasuk tanggung jawab utama dan peran sehari-hari. Setelah itu, sebutkan posisi atau jabatan yang kamu pegang supaya kontribusimu lebih mudah dipahami.

Tunjukkan juga hal spesifik yang berhasil kamu lakukan. Misalnya, inovasi baru, strategi kerja, proyek penting, atau pencapaian tertentu yang memberi dampak nyata bagi perusahaan.

Terakhir, perkuat dengan hasil yang terukur. Contohnya, berhasil meningkatkan penjualan, memperbesar engagement, menambah pendapatan, atau membuat proses kerja jadi lebih efisien.

Menurut Yassierli, CV yang kuat bukan sekadar menunjukkan di mana kamu pernah bekerja, tapi juga membuktikan apa peranmu, bagaimana cara kerjamu, dan hasil nyata yang berhasil kamu capai. Jadi, semakin spesifik dan relevan penjelasannya, semakin besar peluang CV-mu dilirik recruiter.

Cara Pakai Metode STAR saat Interview

Begini nih, contoh cara pakai metode STAR untuk menjawab pertanyaan interview yang dikutip dari salah satu postingan LinkedIn Harisenin.com. Ketika interviewer bertanya, 'Ceritakan saat kamu menghadapi konflik di posisi ini', kamu bisa menjawabnya seperti ini:

"Di tim sebelumnya, pernah terjadi perbedaan pendapat antara saya dan rekan kerja terkait konsep campaign yang digunakan. Saya harus memastikan konflik ini tidak menghambat proyek dan tetap menghasilkan keputusan terbaik.

Jadi, saya mengajak diskusi terbuka, mendengarkan semua pendapat, lalu mencari titik tengah dengan menggabungkan ide yang paling relevan dengan objective campaign.

Tim akhirnya sepakat dengan konsep baru, dan campaign tersebut berjalan lancar serta mencapai target engagement. Saya belajar pentingnya komunikasi dan empati dalam tim."

Per kalimatnya itu sudah jelas menggambarkan situation, task, action, dan result. Dengan menjelaskannya seperti itu, interviewer bisa menilai kompetensimu di posisi yang kamu lamar.

Tips Menulis Bagian Pengalaman

Nah, kalau penulisan bagian pengalaman di CV, detikers bisa ikuti tips ini. Tips ini diambil dari literatur Hardvard Resume and CV Guide yang dikutip dari postingan X @kevinsebast_.

  • Sebaiknya penulisan poin-poin di setiap pengalaman diawali dengan action verb.
  • Jadi awali setiap poinnya pakai kata kerja aktif, seperti led, created, managed, improved, atau optimized. Kalau masih kerja pakai present tense. Tapi, kalau sudah selesai pakai past tense.
  • Masukin tools/platform spesifik. Tulis yang relevan sama job yang dilamar.
  • Tambahkan impact metrics. Angka bikin CV kamu lebih kredibel. Misalnya, 'increased traffic by 42% by implementing an effective SEO strategy'.
  • Tambahkan juga soft skills. Misalnya, kalau mau menonjolkan skill kolaborasi bisa tulis, 'collaborated with design and sales team to launch campaign'.

Hasilnya kira-kira begini:

  • Lead 3 member team to launch a digital campaign, increasing IG reach by 42% in 3 weeks. (Memimpin tim beranggotakan 3 orang untuk meluncurkan kampanye digital, yang meningkatkan jangkauan Instagram sebesar 42% dalam waktu 3 minggu)
  • Automated weekly reports, reducing admin time by 6 hours per week. (Mengotomatiskan laporan mingguan, sehingga mengurangi waktu administrasi hingga 6 jam per minggu)
  • Assisted sales team in onboarding 25+clients, contributing to 15% MoM growth. (Membantu tim penjualan dalam proses onboarding lebih dari 25 klien, berkontribusi pada pertumbuhan 15% MoM (month-on-month))

Jadi, fokusnya lebih ke hasil kinerja kamu, bukan ke kamu bisa kerjain apa. Nah, kalau detikers masih kesulitan buat tulis bagian deskripsi diri. Kamu bisa pakai formula ini.

Bagian deskripsi diri harus terdiri dari posisi/profesi, skill utama atau tools unggulan, pengalaman atau proyek singkat, dan ditutup dengan tujuan karir. Ini contohnya untuk fresh graduate dan jobseeker dengan pengalaman yang dikutip dari postingan akun Harisenin.com.

Fresh Graduate

I'm a recent Business Management graduate passionate about marketing and data analysis. Experienced in handling campus projects and leading small teams. Looking for an opportunity to grow in a fast-paced company where I can apply my analytical and communication skills.

(Saya adalah lulusan baru Manajemen Bisnis yang memiliki minat besar dalam bidang pemasaran dan analisis data. Berpengalaman dalam menangani proyek kampus serta memimpin tim kecil. Saya sedang mencari kesempatan untuk berkembang di perusahaan yang dinamis, di mana saya dapat menerapkan kemampuan analitis dan komunikasi yang saya miliki)

Job Seeker

HR Specialist with 2 years of experience in recruitment and employee engagement. Skilled in using ATS tools and employer branding strategies. Passionate about building a people-first culture in growing companies.

(Spesialis HR dengan pengalaman 2 tahun dalam rekrutmen dan keterlibatan karyawan. Terampil menggunakan alat ATS serta strategi employer branding. Memiliki semangat untuk membangun budaya kerja yang mengutamakan karyawan di perusahaan yang sedang berkembang)

Tips menulisnya, sebaiknya gunakan bahasa yang aktif bukan pasif. Hindari kata-kata sifat umum seperti 'disiplin', 'rajin', 'jujur'. Fokus ke skill, value, dan kontribusi yang bisa kamu bawa ke perusahaan. Cukup tulis dengan 3-5 kalimat aja.

Pastikan juga CV selalu disesuaikan dengan job description, skill yang dibutuhkan, dan kebutuhan perusahaan ya. Kamu nggak perlu repot mengubah semuanya, cukup ubah aja judul posisi, urutan bullet points, dan pastikan untuk meng-highlight skill yang paling relevan.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads