Driver Ojol Ngaku Ditodong Pistol Pemotor Koboi di Buduran Sidoarjo

Driver Ojol Ngaku Ditodong Pistol Pemotor Koboi di Buduran Sidoarjo

Denza Perdana - detikJatim
Rabu, 29 Apr 2026 22:15 WIB
Close-up of black pistol in hand.
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/mahiruysal)
Sidoarjo -

Seorang driver ojol bernama Juhari mengaku ditodong pistol oleh pemotor lain di kawasan Buduran, Sidoarjo. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (29/4/2026) malam itu terjadi saat dirinya sedang mengantar pesanan makanan.

Juhari menceritakan peristiwa traumatis yang dia alami itu saat mengudara di Radio Suara Surabaya. Dia mengaku sebelum insiden itu terjadi, dia sempat diklakson oleh pemotor yang naik kendaraan hitam berboncengan 2 orang.

"Saya tiba-tiba diklakson dari belakang. Karena memang jalanan agak ramai, saya nggak bisa beri jalan," ujar Juhari kepada penyiar Ajib Syahrian Nor didengar detikJatim pada Rabu malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah itu pemotor itu melaju hingga berada di samping motor Juhari. Pengendara motor itu tiba-tiba mengumpat dirinya dengan kata-kata pisuhan dan menuduhnya berkendara sambil memainkan ponsel.

ADVERTISEMENT

Juhari mengakui pada saat itu dirinya memang memegang ponsel, tapi dirinya sedang tidak memainkannya. Dia pun menegur pria itu dengan memintanya biasa saja, tidak perlu mengumpat.

"Saya memang bawa HP. Tapi saya tidak sedang main HP. Saya waktu itu sedang mengantar makanan, nah kebetulan saya betulkan kresek makanan yang ada di cantolan motor saya. Terus saya bilang ke orang itu, jangan misuh-misuh, sudah biasa di jalan kayak gitu," kata Juhari.

Pada saat itulah pria pemotor itu meminta Juhari menepi sembari mengeluarkan pistol dari balik bajunya dan mulai menodongkannya ke driver ojol tersebut. Juhari sempat terkejut dan melihat dengan jelas benda itu mirip pistol.

"Tepatnya nggak menodongkan tapi dia lihatkan gitu, terus bilang 'Ayo!'," kata Juhari menirukan pernyataan pria pemotor itu kepada dirinya. "Akhirnya saya inisiatif bicara agak keras, 'ayo kalau mau tembak saya, sini mau tembak saya di sebelah mana?'"

Upaya Juhari itu berhasil menarik perhatian pengendara lain yang ada di sekitar mereka. Hingga pengendara tersebut kembali memasukkan benda diduga pistol itu di balik bajunya.

"Saya agak teriak itu akhirnya orang di sekitar saya itu pada ngelihatin saya. Terus akhirnya orang itu masukin pistolnya, bukan dimasukin, diselipin gitu di pinggangnya itu," ujarnya.

Juhari memastikan bahwa kedua orang yang naik satu motor itu laki-laki. Setelah kejadian itu Juhari sempat menepi tapi kedua pemotor itu segera melanjutkan perjalanan.

"Saya masih mau konsultasi dulu dengan keluarga, apa kejadian ini saya laporkan ke polisi apa tidak. Kalau dibilang trauma ya trauma, tapi besok harus tetap kerja. Cuma harapannya besok tidak lagi ketemu yang begini-begini," katanya.



(abq/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads