Pemuda yang ditemukan membusuk di kebun jagung Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Wonosalam, Jombang ternyata warga Mojokerto. Autopsi mengungkap korban tewas akibat luka tusuk di dada dan perut.
Sejumlah metode identifikasi yang ditempuh polisi mengungkap mayat pemuda tersebut berinisial GMP (25), asal Kecamatan Leces, Probolinggo. Korban diketahui tinggal di Puri, Mojokerto.
Korban meninggalkan rumah sejak Minggu (12/4) sekitar pukul 12.00 WIB. Karena tak kunjung pulang, ayahnya, JAM (63) melapor ke Polsek Puri pada Selasa (14/4) sekitar pukul 10.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander menjelaskan, mayat dalam kondisi hampir tinggal tulang belulang saat ditemukan akibat pembusukan lanjut. Autopsi pun mengungkap waktu kematian pemuda ini sekitar 10 hari sebelum jasadnya ditemukan warga.
Sedangkan terkait sebab kematian, autopsi mengungkap korban menderita luka tusuk di dada kiri atas, perut kanan bawah, memar di bahu kiri, serta terdapat resapan darah pada kepala sisi kanan dan tulang mata atas dan bawah.
"Dari hasil autopsi, sebab kematian diduga karena luka tusuk pada dada kiri dan perut kanan," jelasnya kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).
Sedangkan dari hasil olah TKP penemuan mayat, lanjut Dimas, pihaknya menemukan sebilah pisau di bawah mayat. Asal usul pisau yang tertindih tubuh korban ini pun ditelusuri.
"Hasil olah TKP ditemukan ada pisau di bawah tubuh korban. Pisau masih berlabel salah satu toko di Mojokerto," ungkapnya.
Sebelumnya, mayat pemuda ini ditemukan pencari rumput di kebun jagung Dusun Babatan pada Senin (20/4) sekitar pukul 08.45 WIB. Kondisi jasad tengkurap dan mengalami pembusukan lanjut.
Mayat pemuda ini masih memakai baju lengkap. Mulai dari sepatu, celana panjang, kaus, hingga jaket. Sebuah ponsel ditemukan di saku celananya.
(ihc/abq)
