Mayat pemuda yang ditemukan membusuk di kebun jagung Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Wonosalam, Jombang diduga warga Mojokerto. Polisi menempuh tes DNA untuk memastikan identitas korban.
Mayat tersebut diduga berinisial GMP (25), asal Puri, Mojokerto. Ia meninggalkan rumah sejak Minggu (12/4) sekitar pukul 12.00 WIB. Karena tak kunjung pulang, ayahnya, AM (63) melapor ke Polsek Puri pada Selasa (14/4) sekitar pukul 10.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander menjelaskan, identifikasi tidak bisa menggunakan Mambis karena sidik jari mayat telah rusak. Sehingga pihaknya menunjukkan pakaian mayat kepada keluarga korban, mulai dari sepatu, kaus, jaket dan celana panjang.
"Kemarin sudah kami perlihatkan pakaian yang melekat pada korban. Memang keluarga menyatakan betul (mayat tersebut adalah GMP)," jelasnya kepada wartawan, Selasa (21/4/2026).
Namun, pihaknya memilih tes DNA untuk memastikan identitas mayat tersebut. Sampel darah ayah korban telah diambil sebagai pembanding.
"Keluarga terduga korban meyakini dari pakaiannya. Namun, kami akan lebih meyakinkan dengan tes DNA," terang Dimas.
Sebuah ponsel juga ditemukan di saku celana mayat. Sayangnya, ponsel tersebut belum bisa dibuka. Sebab keluarga korban tidak mengetahui sandi ponsel tersebut.
Sejalan dengan identifikasi mayat, tambah Dimas, autopsi juga telah digelar melibatkan tim dokter forensik dari RS Bhayangkara Kediri. "Sudah dilakukan autopsi, kami menunggu hasilnya," tandasnya.
Sebelumnya, mayat pemuda ini ditemukan pencari rumput di kebun jagung Dusun Babatan pada Senin (20/4) sekitar pukul 08.45 WIB. Kondisi jasad tengkurap dan mengalami pembusukan lanjut.
Mayat pemuda ini masih memakai baju lengkap. Mulai dari sepatu, celana panjang, kaus, hingga jaket. Sebuah ponsel ditemukan di saku celananya.
(auh/hil)
