Polres Magetan memastikan tidak ada aksi dalam peringatan hari buruh internasional atau Mayday tahun 2026. Rapat koordinasi lintas sektoral telah digelar dan dipimpin oleh Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa.
Erik menjelaskan bahwa perayaan Mayday 2026 akan dipusatkan di Jakarta dan Jawa Timur, dengan salah satu agenda penting di peresmian Museum Marsinah dan rumah singgah di Nganjuk. Peresmian akan dilakukan oleh oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
"Dalam kesempatan rapat ini kita akan menyamakan persepsi terkait perayaan hari Mayday tahun 2026 di Kabupaten Magetan," ujar Erik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan penyampaian dari Ketua SPSI Kabupaten Magetan dan masing-masing pabrik, untuk di Magetan tidak ada kegiatan baik aksi maupun perayaan terkait hari Mayday tahun 2026," papar Erik.
Erik menghimbau para pekerja untuk memanfaatkan masa libur dengan kegiatan positif bersama keluarga.
"Menurut informasi, pada saat libur Mayday nanti para karyawan akan libur mulai tanggal 1 sampai dengan 3 Mei selama tiga hari. Kami menghimbau agar waktu libur dapat digunakan bersama keluarga. Mari kita jaga Magetan agar tetap aman dan kondusif," tandas Erik.
Sementara itu, Kadisnaker Magetan Rudy Harsono menyampaikan bahwa kondisi hubungan industrial di Kabupaten Magetan saat ini berjalan harmonis.
"Sampai dengan saat ini dari perwakilan SPSI Magetan maupun karyawan tidak ada yang mengikuti perayaan Mayday baik di Jakarta maupun di Nganjuk Jawa Timur," jelas Rudy.
Menurut Rudy, rakor lintas sektoral ini, diharapkan seluruh elemen dapat terus bersinergi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Di Magetan hubungan karyawan dan pengusaha sangat baik dan hubungan kami Disnaker pun sangat baik. Sehingga peringatan Mayday 2026 di Kabupaten Magetan berlangsung aman, damai, dan kondusif," tandas Rudy.
(auh/abq)











































