Hujan Deras Guyur Kota Malang, 15 Titik Terendam Banjir

Hujan Deras Guyur Kota Malang, 15 Titik Terendam Banjir

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 28 Apr 2026 20:26 WIB
Banjir di Malang hari ini
Banjir di Malang hari ini (Foto: Tangkapan layar)
Malang -

Hujan deras mengguyur Kota Malang sore tadi mengakibatkan banjir di sejumlah titik. BPBD Kota Malang mencatat ada 15 wilayah terendam banjir akibat luapan air dari saluran drainase.

Cuaca ekstrem berupa hujan deras mengakibatkan debit air pada drainase dan sungai melonjak drastis hingga meluap ke jalan raya serta permukiman warga sejak pukul 15.23 WIB tadi.

Berdasarkan data terkini mencatat ada 15 titik banjir yang tersebar di lima kecamatan. Wilayah Kedungkandang menjadi salah satu daerah terdampak cukup signifikan, di mana fenomena hujan es turut dilaporkan terjadi di kawasan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Empat titik banjir terpantau di Kelurahan Sawojajar, mencakup Jalan Danau Kerinci Raya, Jalan Danau Toba, Jalan Danau Ranau, dan Jalan Danau Maninjau.

Sementara itu, Kecamatan Lowokwaru juga mencatat empat titik luapan, di antaranya di kawasan Jalan Bungur, Jalan Kedawung, Jalan Simpang Bunga Krisan, dan area EWS Sudimoro.

ADVERTISEMENT

Sementara di Kecamatan Blimbing melaporkan tiga titik banjir, termasuk di depan Kantor Kelurahan Blimbing dan Jalan Letjen Sutoyo.

Di sisi lain, Kecamatan Sukun dan Kecamatan Klojen masing-masing mencatat dua titik banjir yang terpantau melalui sistem peringatan dini (EWS) maupun genangan di jalan protokol seperti Simpang Raya Langsep.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kota Malang, Surya Adi Nugraha mengatakan, bahwa tim di lapangan sedang bekerja ekstra untuk menangani dampak luapan air tersebut.

Ia menjelaskan bahwa meskipun air sempat masuk ke perkampungan warga dan menyebabkan kemacetan panjang di berbagai ruas jalan utama, sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat banjir tersebut.

"Hujan lebat dengan durasi yang cukup lama ini memang memicu kenaikan debit air yang melebihi kapasitas drainase. Ada 15 titik banjir menyebar di empat kecamatan," ungkap Surya Adi kepada detikJatim, Selasa (28/4/2026), petang.

Surya Adi mengaku, personel telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penanganan. Sekaligus membantu penyedotan air menggunakan pompa di titik-titik cekungan agar genangan segera surut.

"Tidak ada laporan adanya korban. Banjir terpantau mulai surut perlahan di beberapa titik," tegasnya.

Sebagai langkah penanganan, BPBD bersama unsur terkait tengah melakukan pengurasan air dan pembersihan material sisa banjir yang terbawa arus ke jalan raya.

BPBD Kota Malang juga merekomendasikan adanya evaluasi infrastruktur jangka panjang, seperti pembangunan Rain Storage Infiltration Facility (RSIF) atau embung serta optimalisasi Gerakan Angkut Sampah dan Sedimen (GASS) untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

"Kami meminta warga tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi sewaktu-waktu. Segera bersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing dan hindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang terjadi," pungkasnya.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads