Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan belum menerima Surat Pengajuan Rekomendasi apapun dari DPRD Surabaya terkait pelantikan Ketua DPRD Surabaya. Khofifah masih menunggu surat pengajuan dikirim.
"Saya menunggu Surat Pengajuan Rekomendasi dari DPRD Kota Surabaya," kata Khofifah di Surabaya, Selasa (28/4/2026).
Khofifah menegaskan, dirinya telah mengecek Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Jatim. Namun, belum ada surat masuk sama sekali dari DPRD Surabaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah saya cek ke Biro Pemerintahan, ke Asisten I, bahkan ke Sekda juga tidak ada surat pengajuan masuk. Kami menunggu surat itu, sampai pagi ini belum ada," jelasnya.
Khofifah memastikan, jika surat dari DPRD Surabaya sudah masuk, maka dirinya akan langsung mengeluarkan rekomendasi terkait pelantikan Ketua DPRD Surabaya.
"Karena kita ingin fungsi legislatif di Kota Surabaya bisa berjalan optimal, apalagi ini posisi Ketua DPRD. Kami akan langsung beri rekomendasi Pelantikan Ketua DPRD Surabaya apabila surat pengajuan dari DPRD Surabaya sudah masuk ke kami," tandasnya.
Sebelumnya, PDIP menunjuk Syaifuddin Zuhri sebagai Ketua DPRD Surabaya menggantikan mendiang Almarhum Adi Sutarwijono. Namun, Syaifuddin Zuhri hingga kini masih belum dilantik karena menunggu rekomendasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
DPRD Surabaya sudah mengusulkan Saifuddin Zuhri untuk menggantikan mendiang Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPRD Surabaya masa jabatan 2024-2029 melalui rapat paripurna hari ini, Senin (27/4/2026).
Syaifuddin mengatakan, surat resmi dari PDIP sudah ada di DPRD Surabaya. Kini tinggal menunggu secara administratif rekomendasi dari gubernur dan menjadi rujukan untuk paripurna secara fakto.
"Jadi, surat resmi dari Dewan Pimpinan Pusat yang merekomendasikan saya mengganti Pak Adi itu sudah dikirimkan ke melalui partai baik DPD maupun DPC. Sehingga saat ini dilakukan oleh DPRD untuk merekomendasikan kepada Gubernur Jatim," kata Saifuddin kepada wartawan di DPRD Surabaya, Senin (27/4/2026).
