Presiden Prabowo Subianto menyoroti kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan tujuh orang. Usai menjenguk korban di RSUD Bekasi, Prabowo menegaskan seluruh perlintasan sebidang yang dinilai rawan akan dibenahi.
Pemerintah disebut menyiapkan anggaran hampir Rp 4 triliun untuk penanganan 1.800 titik lintasan di Pulau Jawa, mulai pembangunan pos jaga hingga opsi flyover demi mencegah tragedi serupa terulang.
Prabowo menyebut persoalan lintasan sebidang sudah berlangsung puluhan tahun dan kini saatnya diselesaikan secara serius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini, saya kira dari zaman Belanda ya sudah berapa puluh tahun," kata Prabowo.
Ia mengaku telah memerintahkan jajaran terkait untuk memperbaiki seluruh lintasan rawan. Skema yang disiapkan disebut akan disesuaikan dengan kebutuhan tiap lokasi, baik melalui penjagaan maupun pembangunan flyover.
"Sekarang sudahlah kita selesaikan semua itu, saya sudah perintahkan kita akan perbaiki semua lintasan tersebut dengan apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover nanti pelaksananya kita tunjuk," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, program pembenahan itu diperkirakan menelan anggaran hampir Rp 4 triliun. Meski besar, ia menilai langkah itu penting demi keselamatan transportasi kereta yang menjadi moda vital masyarakat.
"Kita perhitungkan sekitar hampir Rp 4 triliun demi keselamatan dan demi karena kita sangat penting kita sangat perlu kereta api, sekarang saatnya sudah berapa puluh tahun kita sekarang lakukan," ujarnya.
Diketahui, kecelakaan terjadi Senin (27/4) malam di Stasiun Bekasi Timur. Berdasarkan data terbaru, tujuh penumpang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
"Jumlah korban yang terjadi pada tadi malam meninggal 7 orang dan luka-luka dirawat 81 orang," ungkap Dirut KAI Bobby Rasyidin.
Peristiwa ini juga terekam dalam sejumlah video yang menunjukkan situasi mencekam di lokasi kejadian. Penumpang tampak saling membantu mengevakuasi korban di area peron, sementara beberapa lainnya terlihat syok dan terluka usai benturan keras.
Di rekaman lain, salah satu rangkaian KRL terlihat ringsek dengan kondisi gerbong gelap gulita usai mati lampu. Kepanikan pecah saat sejumlah penumpang masih berupaya keluar dari gerbong, diiringi teriakan histeris dalam suasana darurat.
Berita ini sudah tayang di detikNews, baca berita selengkapnya di sini!
(ihc/hil)
