Video keributan calon pengantin di sebuah rumah wedding di Kota Madiun viral di media sosial. Dalam rekaman CCTV tersebut, seorang pria terlihat memarahi hingga membanting ponsel milik calon pengantin wanita saat sesi fitting.
Video berdurasi sekitar satu menit itu menampilkan dua sudut CCTV. Pada bagian atas, terlihat ruang rias pengantin. Calon pengantin wanita tampak mengenakan kebaya pink duduk sambil memegang ponsel.
Tak lama, calon pengantin pria yang juga mengenakan busana warna pink menghampiri. Keduanya sempat berbincang, meski isi percakapan tidak terdengar jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tiba-tiba terdengar suara keras pengantin pria yang marah berucap kasar memarahi calon pengantin wanita. Seorang juru rias wanita yang berada di lokasi tampak bergegas meninggalkan kedua calon yang cekcok.
Saat juru rias wanita meninggalkan kedua mempelai, tampak seorang pria masuk berusaha melerai namun gagal. Calon pengantin pria kemudian memalingkan badan dan membanting ponsel milik calon pengantin wanita.
Dalam video itu, terdengar ucapan pria tersebut dalam bahasa Jawa.
"Ora rabi koe ora patokan (Tidak nikah sama kamu gak rugi)," ucap calon mempelai pria dalam video yang beredar.
Namun, belakangan terungkap bahwa kejadian tersebut bukan peristiwa nyata. Pihak pemeran pria menyebut video itu hanya konten untuk media sosial.
"Betul (hanya konten)," ujar Linggar, pemeran pengantin pria kepada detikJatim, Senin (27/4/2026).
Linggar menjelaskan dirinya merupakan pekerja lepas di Amreesha Studio, Jalan Serayu, Kota Madiun. Ia diminta berperan sebagai calon pengantin bersama seorang wanita yang baru dikenalnya saat proses produksi.
"Saya hanya freelance untuk yang pemeran pengantin wanitanya saya juga baru kenal saat itu," kata Linggar.
Menurut Linggar, proses pengambilan gambar konten yakni pada Jumat (24/4) yang lalu dan tidak butuh waktu lama proses hingga tayang di medsos. Pihaknya sudah memprediksi kontennya bakal viral soal pengantin pria marah hingga membanting ponsel mempelai wanita.
"Itu baru tiga hari lalu buat videonya. Saya sudah feeling (viral) karena sebelumnya juga buat konten yang hampir sama," papar Linggar.
Menurutnya, viralnya video tersebut berdampak positif bagi studio tempatnya bekerja.
"Buat studio alhamdulillah (terkenal) untuk netizen sendiri sudah paham kalo itu teknik marketing meningkat untuk media sosialnya," tandas Linggar.
(auh/hil)











































