Pemkot Batu Usulkan Pagar di Jembatan Cangar Cegah Aksi Bunuh Diri

Pemkot Batu Usulkan Pagar di Jembatan Cangar Cegah Aksi Bunuh Diri

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Jumat, 24 Apr 2026 20:30 WIB
Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto
Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto/Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim
Kota Batu -

CATATAN: Depresi dan keinginan bunuh diri adalah kondisi serius yang tidak boleh dianggap sepele. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa terdekat atau layanan darurat Healing 119. Anda tidak sendirian.

Kasus bunuh diri berulang di Jembatan Cangar mendapat atensi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto turut menaruh perhatian dalam kasus bunuh diri di jembatan tersebut.

Heli menjelaskan bahwa Jembatan Cangar merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kendati demikian, bukan berarti pihak Pemerintah Daerah hanya berdiam diri melihat adanya kasus bunuh diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang benar, meskipun beberapa jembatan atau titik tinggi di wilayah jembatan atau titik tinggi di wilayah kita berstatus Jalan Provinsi, keselamatan warga yang melintas di situ tetap menjadi prioritas utama Pemkot Batu," terang Heli kepada detikJatim, Jumat (24/4/2026).

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, Pemkot Batu telah mempersiapkan langkah-langkah yang akan dilakukan sebagai langkah antisipasi maupun pencegahan agar kejadian bunuh diri tidak terjadi lagi, utamanya di wilayah Kota Batu.

"Kami akan segera mengirimkan surat resmi dan duduk bersama Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Tujuannya untuk mengusulkan pemasangan pagar pengaman atau jaringan pengaman lain di titik-titik rawan yang sering disalahgunakan," ungkapnya.

Tak hanya itu, Heli berkomitmen untuk memastikan penerangan di sekitar jembatan berfungsi dengan baik. Agar area tersebut tidak menjadi titik sunyi yang pada akhirnya akan disalahgunakan salah satunya untuk bunuh diri.

Ia menambahkan bahwa Pemkot Batu juga akan melakukan peningkatan pengawasan dengan beberapa cara yang tengah dibahas untuk mencegah kasus bunuh diri terulang di Jembatan Cangar. Salah satunya dengan mengintegrasikan CCTV di area jembatan ke dalam Command Center Kota Batu.

Sebelumnya, dalam kurun waktu kurang dari sebulan, Jembatan Cangar di Kota Batu dua kali menjadi lokasi dugaan bunuh diri. Kasus terbaru menimpa DPW (24), warga Candipuro, Lumajang, yang ditemukan meninggal di dasar jurang bawah Jembatan Cangar 1 pada Kamis (23/4/2026). Sebelumnya, pada 31 Maret 2026, pemuda berinisial MMA (24) asal Mojokerto juga ditemukan tewas setelah diduga melompat dari jembatan yang sama.

Dua peristiwa itu memiliki pola yang hampir serupa. Pada kedua kasus, korban datang seorang diri menggunakan sepeda motor yang kemudian ditemukan terparkir di atas jembatan, disertai sandal yang tertinggal di bibir jembatan. Pada kasus DPW, petugas Tahura bahkan sempat melihat korban duduk di atas motor sambil merokok sebelum akhirnya ditemukan meninggal. Sementara kasus MMA juga sempat viral setelah beredar rekaman korban melamun di jembatan sebelum kejadian.

Polisi menyebut kedua peristiwa masih didalami, namun sejumlah barang bukti di lokasi dan kesaksian warga menguatkan dugaan bunuh diri. Jenazah kedua korban dievakuasi oleh tim gabungan kepolisian, Tahura, Basarnas, relawan, dan PMI. Kasus berulang di lokasi yang sama memunculkan kekhawatiran Jembatan Cangar menjadi titik rawan aksi bunuh diri.

Berulangnya tragedi ini mendorong perhatian serius terhadap perlunya langkah pencegahan di kawasan Jembatan Cangar, mulai dari pengamanan fisik hingga pengawasan lebih ketat. Dua kejadian berdekatan ini juga menjadi alarm bagi semua pihak agar upaya mitigasi dan penanganan di titik rawan segera diperkuat.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads