Di balik fungsinya sebagai jalur penghubung di kawasan pegunungan, Jembatan Cangar di Kota Batu menyimpan aura mistis yang telah lama dipercaya warga. Dikelilingi hutan lebat dan kabut yang kerap turun, berbagai cerita horor berkembang dari generasi ke generasi, menambah kesan angker kawasan ini.
Berada di jalur pegunungan menuju Taman Hutan Raya Raden Soerjo, jembatan ini bahkan dikenal sebagai salah satu titik paling angker di jalur Cangar-Pacet, yang menyimpan kisah-kisah mistis yang masih dipercaya sebagian warga hingga kini.
Konon, pada waktu-waktu tertentu, sejumlah orang mengaku pernah melihat penampakan makhluk menyerupai genderuwo di sekitar Jembatan Kembar Cangar. Cerita-cerita itu menambah kesan angker kawasan yang dikelilingi hutan dan pegunungan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah desas-desus kisah mistis itu, salah satu cerita yang paling sering terdengar dan populer adalah sosok hantu penunjuk jalan. Alih-alih membantu pengendara memberikan petunjuk arah, konon hantu ini muncul untuk menyesatkan pengguna jalan.
Hantu-hantu itu disebut menciptakan ilusi bagi pengendara di tengah perjalanannya menembus kabut dan jalanan berliku. Pengendara seolah-olah dibuat percaya bahwa jembatan berbelok, padahal sebenarnya lurus sehingga mengantarkannya berakhir di tempat-tempat berbahaya, baik menuju tebing atau bahkan jurang.
Mitos lain yang tak kalah seram juga menggema di tengah sunyinya hutan Cangar. Konon terdapat larangan untuk melintasi jembatan saat menjelang Magrib atau tengah malam. Jika melanggar, sosok misterius menyerupai nenek tua atau perempuan berambut panjang kerap menampakkan diri.
Sebagian warga juga mengaku kerap mendengar suara-suara ganjil, seperti tangisan maupun bisikan ketika melintas di sekitar jembatan dalam kondisi sepi.
Selain itu, beredar pula cerita tentang kendaraan yang mendadak mogok tanpa sebab saat melewati lokasi tersebut, terutama bagi pengendara yang dipercaya melanggar pantangan adat setempat.
Banyak masyarakat yang menyebut kawasan jembatan itu berdiri di lokasi yang dulunya diyakini sebagai tempat bertapa, maupun area pembuangan korban pesugihan. Jejak energi gaib dari masa lalu itulah yang dipercaya masih tersisa hingga kini.
Karena itu, warga sekitar kerap mengingatkan pengendara untuk mengucap permisi atau membunyikan klakson sebelum melintas, sebagai bentuk penghormatan kepada makhluk tak kasatmata yang diyakini menghuni kawasan tersebut.
Seorang warga bernama Latif, yang tinggal di Dusun Jurang Kuali, Desa Sumber Brantas, Kota Batu, membenarkan bahwa Jembatan Cangar sejak dulu memang dikenal memiliki aura mistis oleh warga sekitar.
Bahkan, ada yang sampai melukis sosok yang disebut penunggu Jembatan Cangar dengan wujud ular besar atau makhluk mengerikan lainnya. Latif juga mengaku pernah mendengar kisah pengendara yang disesatkan makhluk halus saat melintas.
Meski begitu, ia sendiri belum pernah mengetahui secara langsung bahwa ada orang atau warga sekitar yang benar-benar mengalami salah satu kisah mistis itu. Di sisi lain, Latif menepis sebagian kisah horor yang beredar.
Menurutnya, sensasi merinding saat melintasi jembatan pada malam hari lebih disebabkan karena suasana hutan yang gelap dan sepi, sehingga wajar jika menimbulkan rasa takut.
Kendati demikian, beragam cerita mistis yang berkembang di masyarakat hingga kini masih sebatas kisah turun-temurun dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
(irb/hil)
