Pemkab Gresik Siapkan Obat dan Kursi Roda untuk Jemaah Haji Lansia

Pemkab Gresik Siapkan Obat dan Kursi Roda untuk Jemaah Haji Lansia

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Kamis, 23 Apr 2026 15:54 WIB
Pemkab Gresik sediakan obat-obatan dan kursi roda untuk calon jemaah haji
Pemkab Gresik sediakan obat-obatan dan kursi roda untuk calon jemaah haji/Foto: Dokumen Pemkab Gresik
Gresik -

Calon jemaah haji asal Gresik yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini didominasi oleh warga lanjut usia (lansia). Pemkab Gresik memprioritaskan penyediaan obat-obatan hingga fasilitas kursi roda untuk menunjang kesehatan dan mobilitas jemaah selama ibadah haji berlangsung.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai, kebutuhan utama jemaah saat ini bukan lagi bantuan uang, melainkan dukungan kesehatan dan mobilitas. Ia menyebut, kondisi di Tanah Suci menuntut kesiapan fisik yang matang.

Persiapan untuk menyediakan obat-obatan dan kursi roda itu merupakan hasil evaluasi tahun lalu, menyesuaikan kebutuhan jemaah, khususnya bagi kelompok usia lanjut yang rentan secara fisik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang dibutuhkan jemaah itu kesehatan dan mobilitas. Di sana aktivitasnya fisik, berjalan jauh, cuaca panas. Kalau tidak disiapkan, biaya untuk obat bisa menghabiskan bekal jemaah," terang bupati yang akrab disapa Gus Yani, melalui keterangan tertulis yang diterima detikJatim, Kamis (23/4/2026).

ADVERTISEMENT

Pemkab Gresik menyiapkan paket obat untuk seluruh jemaah calon haji tahun 2026. Paket tersebut berisi vitamin harian untuk menjaga daya tahan tubuh selama sekitar 40 hari, obat flu dan batuk, vitamin B kompleks, serta obat pereda nyeri.

Selain itu, fasilitas kursi roda juga disiapkan khusus bagi jemaah lansia melalui skema pinjam pakai. Kebijakan ini diterapkan agar penggunaan tepat sasaran sekaligus tetap memenuhi prinsip akuntabilitas pengelolaan barang daerah.

Data analisis risiko menunjukkan, sedikitnya 101 jemaah membutuhkan kursi roda selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Kondisi tersebut memperkuat urgensi penyediaan fasilitas pendukung bagi kelompok rentan.

Program ini juga melibatkan lintas sektor, termasuk Dinas Sosial yang menyalurkan bantuan kursi roda melalui KBIHU dengan mekanisme pinjam pakai. Gus Yani memastikan program tersebut akan terus dievaluasi agar semakin tepat sasaran. Ia menekankan bahwa langkah ini masih akan disempurnakan ke depan.

"Kita masih belajar, tapi yang terpenting adalah program ini benar-benar menjawab kebutuhan jemaah. Ke depan akan kita evaluasi dan perkuat melalui koordinasi yang lebih intens," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gresik, Lulus menyebut, tren jemaah lansia terus meningkat setiap tahun. Hal ini menuntut perhatian lebih dari seluruh pihak terkait.

"Mayoritas jemaah kita berada pada kategori usia yang memerlukan pendampingan, baik dari sisi kesehatan maupun mobilitas. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian, dan KBIHU menjadi sangat penting agar pelayanan kepada jemaah bisa optimal," ujarnya.

Ia menambahkan, kesiapan jemaah tidak hanya sebatas administrasi keberangkatan. Dukungan fisik dan fasilitas selama menjalankan ibadah juga menjadi faktor penting.

"Kesiapan jemaah bukan hanya soal dokumen, tapi juga kondisi fisik. Dukungan fasilitas selama di Tanah Suci harus benar-benar diperhatikan," katanya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads