Pemkot Surabaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) menggelar peringatan Hari Kartini 2026 dengan konsep berbeda dan inklusif. Kegiatan ini digelar di Gedung Siola Lantai II, Selasa (21/4/2026).
Dalam acara tersebut, DP3APPKB menggandeng berbagai kelompok perempuan, mulai dari pengemudi ojek online (ojol), penyandang disabilitas, hingga penyintas kekerasan yang berada di bawah pendampingan UPTD PPA.
Mengusung tema 'Semangat Kartini Inspirasi Lintas Generasi', kegiatan ini tak sekadar seremonial. Peserta diajak mengikuti seminar kesehatan mental hingga sesi beauty class sebagai bentuk penguatan kapasitas diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bidang Pengarustamaan Gender dan Pemenuhan Hak Anak DP3APPKB Kota Surabaya, Relita Wulandari mengatakan, konsep acara sengaja dibuat santai agar peserta bisa sejenak melepas penat dari rutinitas.
"Jadi ini seperti untuk refreshing ya. Para hadirin bisa mendengarkan, mengikuti aktivitas yang kami usung di tempat yang nyaman," ujar Relita saat ditemui detikJatim, Selasa (21/4/2026).
Ia menyebut, tantangan yang dihadapi perempuan saat ini, khususnya kelompok rentan, masih cukup berat, terutama terkait tekanan sosial dan psikologis.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan penguatan mental health dari Widji Lestari dari Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia (APSI). Materi tersebut diikuti oleh 20 perempuan disabilitas, 11 pengemudi ojol perempuan, serta 22 penyintas kekerasan, dengan fokus pada pengelolaan stres dan ketangguhan psikologis.
Suasana kemudian semakin semarak saat peserta mengikuti beauty class bersama Reny Agus Prastica dari PT Vitapharm. Sesi ini memberikan keterampilan merias diri sederhana untuk meningkatkan rasa berharga (self-worth) dan kepercayaan diri dalam aktivitas sehari-hari.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Pendanaan berasal dari APBD Kota Surabaya, dukungan CSR PT Vitapharm, serta bantuan sembako dari Baznas Kota Surabaya.
Kepala DP3APPKB Kota Surabaya, Ida Widayati, berharap kegiatan ini mampu memberi dukungan moral dan materiil bagi perempuan agar terus bangkit dan berdaya.
"Ketika perempuan berdaya, maka keluarga menjadi kuat, masyarakat menjadi tangguh, dan bangsa menjadi lebih adil. Terang itu tidak datang dengan sendirinya, tapi harus kita hadirkan melalui keberpihakan dan kerja nyata bersama," pungkasnya.
(auh/hil)
