Kisah Amelia 'Kartini Aspal' Tangguh Susuri Kerasnya Jalanan Lamongan

Kisah Amelia 'Kartini Aspal' Tangguh Susuri Kerasnya Jalanan Lamongan

Eko Sudjarwo - detikJatim
Selasa, 21 Apr 2026 12:15 WIB
Amelia Kartini Aspal dari Lamongan
Amelia 'Kartini Aspal' dari Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim
Lamongan -

Semangat emansipasi yang diwariskan Raden Ajeng (RA) Kartini terus hidup dalam berbagai bentuk. Tak hanya di ruang-ruang formal, nilai perjuangannya kini juga berdenyut di jalanan. Itulah yang tercermin dari sosok driver (pengemudi) ojek online dari Lamongan, Amelia Irianto (25).

Amelia menjalani profesinya dengan penuh keberanian. Di tengah dominasi laki-laki dalam pekerjaan tersebut, Amelia memilih tetap melaju.

Sudah sekitar tiga tahun ia menghabiskan hari-harinya di atas motor, menyusuri jalanan kota, mengantar penumpang dan pesanan, sekaligus membuktikan bahwa perempuan juga mampu bertahan di medan kerja yang keras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi Amelia, menjadi driver ojol bukan sekadar pekerjaan. Ada kepuasan tersendiri ketika ia bisa menembus batas stigma gender yang masih kerap melekat di masyarakat.

ADVERTISEMENT

Amelia 'Kartini Aspal' dari LamonganAmelia 'Kartini Aspal' dari Lamongan Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim

"Perempuan sekarang harus bisa di banyak hal, tidak hanya terpaku pada satu bidang saja. Saya justru merasa tertantang bekerja di jalanan, dan senang bisa bertemu banyak orang dengan berbagai karakter," ujarnya saat ditemui di sela menunggu order, Selasa (21/4/2026).

Pilihan Amelia bertahan di profesi ini bukan tanpa alasan. Ia mengaku menemukan kenyamanan sekaligus kebebasan dalam pekerjaannya. Meski risiko di jalanan cukup tinggi, mulai dari cuaca tak menentu hingga faktor keamanan, ia merasa sudah menemukan ritme hidup yang sesuai.

Fleksibilitas waktu menjadi nilai lebih. Di sisi lain, pekerjaan ini juga membentuk mentalnya menjadi lebih mandiri dan tangguh menghadapi dinamika kehidupan sehari-hari.

Kemandirian itu juga terlihat dari kehidupan pribadinya. Amelia tinggal sendiri di Lamongan, sementara kedua orang tuanya menetap di Surabaya. Meski terpisah jarak, hubungan dengan keluarga tetap terjaga erat.

Di sela kesibukan, ia rutin menyempatkan waktu mengunjungi neneknya yang tinggal tak jauh dari tempat tinggalnya. Baginya, keluarga tetap menjadi sumber semangat utama untuk terus bekerja keras.

Momentum Hari Kartini 2026 menjadi refleksi tersendiri bagi Amelia. Ia ingin menyampaikan pesan kepada perempuan, khususnya generasi muda, agar tidak hanya mengandalkan penampilan, tetapi juga memperkuat mental dan kemampuan diri.

"Jadilah perempuan yang hebat dan tangguh. Di dunia yang keras ini, tidak cukup hanya mengandalkan kecantikan. Harus diimbangi dengan kerja keras dan mental kuat supaya tidak dipandang sebelah mata," tuturnya.

Kisah Amelia menjadi potret nyata bahwa semangat Kartini terus berevolusi mengikuti zaman. Ia adalah "Kartini Aspal" yang membuktikan bahwa tidak ada batas bagi perempuan untuk berkarya.

Melalui langkahnya di jalanan, Amelia tak hanya mencari nafkah, tetapi juga membawa pesan bahwa perempuan masa kini adalah sosok yang berdaya, mandiri, dan mampu berdiri di atas kaki sendiri, tanpa takut menembus batas.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads