Percobaan Bunuh Diri Pelajar Sekolah Rakyat di Kota Malang Digagalkan

Percobaan Bunuh Diri Pelajar Sekolah Rakyat di Kota Malang Digagalkan

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 21 Apr 2026 16:45 WIB
Ilustrasi bunuh diri dari atas gedung
Ilustrasi (Foto: Mindra Purnomo)
Kota Malang -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Percobaan bunuh diri di lingkungan Sekolah Rakyat (SR) Kota Malang, berhasil digagalkan. Salah satu pelajar putri berinisial NIN diduga hendak bunuh diri dengan memanjat tandon air.

Beruntung upaya bunuh diri ini segera dilaporkan kepada pihak berwajib, hingga niat remaja berusia 18 tahun itu berhasil digagalkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa terjadi pada Senin (20/4/2026), ini bermula sekitar pukul 21.00 WIB. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban awalnya berada di dalam kamar istirahat.

Korban merupakan pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA) ini sempat dipanggil oleh gurunya namun tidak mendengar, hingga kemudian ditegur oleh salah seorang temannya.

ADVERTISEMENT

Merasa sakit hati atas teguran tersebut, korban lantas bergegas menaiki tangga tandon air yang berada di area sekolah dan berniat melompat dari ketinggian.

Melihat aksi berbahaya tersebut, pihak sekolah segera melaporkan kejadian ke pihak kepolisian dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang.

Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis dan memakan waktu beberapa jam karena petugas dan saksi di lokasi harus membujuk agar mengurungkan niatnya.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin membenarkan adanya insiden tersebut. Lukman menjelaskan bahwa upaya persuasi yang dilakukan oleh petugas di lapangan bersama rekan-rekan sekolah membuahkan hasil.

Lukman menambahkan sang remaja akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat pada Selasa sekitar pukul 01.20 WIB.

"Petugas kepolisian bersama tim Damkar dibantu saksi dari pihak keamanan sekolah telah berhasil mengevakuasi korban dalam keadaan selamat," kata Lukman kepada wartawan, Selasa (21/4/2026).

Lukman menyebut, bahwa aksi nekat itu diduga karena dipicu rasa sakit hati. Hal ini setelah mendapatkan teguran dari rekannya.

"Berdasarkan laporan di lapangan, korban merasa sakit hati setelah ditegur rekan sekolahnya hingga nekat menaiki tandon air," sambung Lukman.

Lukman mengungkapkan bahwa dari hasil penyelidikan sementara diketahui aksi ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh remaja tersebut.

Korban diketahui memiliki riwayat kesehatan mental dan sebelumnya tercatat pernah melakukan percobaan serupa di lingkungan sekolah yang sama.

"Kami mendapatkan catatan bahwa korban sudah dua kali melakukan upaya yang sama," ungkap Lukman.

Setelah kejadian, korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk mendapatkan penanganan medis.

"Saat ini, korban telah dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan perawatan medis serta penanganan psikis lebih lanjut agar kejadian serupa tidak terulang kembali," pungkasnya.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads