Pemandangan berbeda terlihat di SPBU Pertamina Kayoon, Surabaya, Selasa (21/4/2026). Para petugas operator perempuan tampak anggun melayani pengisian bahan bakar dengan mengenakan busana tradisional kebaya.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana pelayanan cukup sibuk. Antrean kendaraan, mulai dari mobil pribadi hingga truk, terlihat mengular. Namun, kendaraan roda dua masih mendominasi.
Di tengah hiruk-pikuk tersebut, kehadiran para petugas berkebaya ini memancing senyum dan rasa kagum dari sejumlah pengendara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberagaman kebaya dan jarik yang dikenakan para petugas ditandai dengan pilihan warna yang variatif, mulai dari hitam yang elegan, putih yang bersih, merah muda, abu-abu dengan motif bunga-bunga yang manis, hingga warna biru langit yang cerah.
Perpaduan busana tersebut membuat suasana SPBU tampak lebih berwarna dan menawan, ketika selama ini hanya identik dengan aroma bensin dan deru knalpot.
Aksi mengenakan kebaya ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi dalam memperingati Hari Kartini. Harum (21), salah satu petugas operator, mengungkapkan bahwa ide ini rutin dilakukan setiap tahunnya oleh pihak SPBU untuk menjaga nyala Kartini di lingkungan kerja.
"Setiap momen Kartini, kami memang mengenakan kebaya. Ini inisiatif dari sini sendiri," ujar Harum saat ditemui detikJatim, Selasa, (21/4/2026).
Meski harus bekerja dengan kain panjang, Harum mengaku tetap menikmati momen tersebut. Kendala yang dirasakan hanya sebatas teknis pergerakan.
"Kalau kendala paling hanya di langkah kaki ya, jalannya agak susah. Tapi kalau untuk proses pengisian (BBM) ke kendaraan tetap aman-aman saja dan tidak terganggu," tambahnya.
Apresiasi pun datang dari para pelanggan. Lail (25), salah satu pengendara motor, mengaku terkesan dengan kekompakan para petugas.
"Senang ya melihatnya. Tampak kompak di Hari Kartini, dan tidak semua SPBU seperti ini. Jadi semangat buat mbak-mbak yang bertugas," tuturnya.
Hal senada juga disampaikan oleh petugas keamanan di SPBU tersebut, Levi (19). Menurutnya, semangat yang ditunjukkan rekan-rekan perempuannya patut diacungi jempol.
"Ya sehari-hari melihat, tentu saya bangga. Terlebih untuk seorang perempuan ini tidak mudah. Patut diapresiasi," pungkas Levi.
(auh/hil)
