Kartu Nusuk Hilang Saat Haji? Ini yang Harus Dilakukan

Kartu Nusuk Hilang Saat Haji? Ini yang Harus Dilakukan

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Selasa, 21 Apr 2026 21:00 WIB
Ilustrasi kartu Nusuk.
Ilustrasi kartu Nusuk. Foto: ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Surabaya -

Kartu Nusuk jadi salah satu dokumen penting bagi jemaah haji. Kartu ini ibarat akses utama untuk menjalankan rangkaian ibadah di tanah suci. Makanya, kalau sampai kehilangan kartu ini bisa menghambat mobilitas jemaah di berbagai titik layanan.

Itulah mengapa jemaah diminta menjaga kartu Nusuk masing-masing agar jangan sampai hilang. Apabila detikers kehilangan kartu ini, berikut beberapa hal yang harus dilakukan. Simak ya!

Apa Itu Kartu Nusuk?

Dilansir dari detikHikmah, kartu Nusuk jadi dokumen resmi yang membedakan jemaah haji legal dan ilegal. Mereka yang tidak memiliki izin resmi tidak akan mendapatkan kartu Nusuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kartu Nusuk menyimpan informasi seperti penugasan lokasi jemaah di Makkah, Madinah, dan tempat-tempat suci lainnya, serta detail kontak perusahaan penyedia layanan. Selain bentuk fisik, ada juga versi digital dari kartu Nusuk yang tersedia di aplikasi.

ADVERTISEMENT

Hal yang Harus Dilakukan Jika Kartu Nusuk Hilang

Dilansir dari postingan Facebook Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, berikut langkah-langkah bagi jemaah yang kehilangan kartu Nusuk.

  • Segera lapor ketua rombongan terkait hilangnya kartu Nusuk.
  • Gunakan kartu Nusuk digital sementara waktu untuk akses masuk tempat-tempat suci.
  • Melaporkan kehilangan kartu Nusuk ke petugas keamanan terdekat.
  • Jemaah bisa menghubungi nomor telepon 1966 atau mengunjungi Pusat Perawatan Tamu Tuhan (Guest Care Center) maupun cabang Pusat Perawatan Nusuk (Nusuk Care Center) yang berlokasi di sekitar Masjidil Haram, Makkah.

Tips agar Kartu Nusuk Tidak Hilang

Ketua PPIH Arab Saudi 2025 Muchlis Hanafi membagikan tips mencegah kehilangankartu Nusuk. Menurutnya, jemaah haji bisa mengalungkan kartu Nusuk, ke mana pun mereka pergi.

"Nusuk ini seperti nyawa kedua jemaah. Bahkan, dalam konteks operasional ibadah haji, 'lebih penting' daripada paspor," katanya dalam arsip berita detikcom.

Mengalungkan kartu Nusuk juga membantu mengidentifikasi jemaah jika tersesat, juga menyelamatkannya dari potensi penolakan di berbagai titik layanan.

Perubahan Kebijakan Pembagian Kartu Nusuk 2026

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kartu Nusuk dibagikan langsung di Indonesia sebelum jemaah bertolak ke tanah suci. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan kebijakan ini adalah upaya untuk mempercepat proses birokrasi dan memberikan kepastian kenyamanan bagi jemaah saat tiba di Arab Saudi.

"Kartu Nusuk dibagi di sini (Indonesia). Dan, kemarin Syarikah (perusahaan penyedia layanan haji) sudah menyatakan mereka siap, sudah sampai 100% di sini," ujar Dahnil di Jakarta.

Kebijakan ini merupakan hasil evaluasi dari penyelenggaraan haji 2025, di mana distribusi di Arab Saudi sempat mengalami kendala seperti keterlambatan dan antrean panjang.

Kendala kala itu membuat sebagian jemaah cemas karena kartu Nusuk adalah "tiket masuk" legal untuk melaksanakan rangkaian ibadah di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Dahnil menjelaskan, untuk musim haji 2026, jemaah tidak perlu lagi menunggu hingga sampai di tanah suci untuk memegang kartu identitas elektronik tersebut. Distribusi dilakukan di titik keberangkatan masing-masing jemaah.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads