Semeru Erupsi 3 Kali Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1.000 Meter

Semeru Erupsi 3 Kali Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1.000 Meter

Nur Hadi Wicaksono - detikJatim
Selasa, 21 Apr 2026 08:40 WIB
Gunung Semeru erupsi
Gunung Semeru erupsi (Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikJatim)
Lumajang -

Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami erupsi sebanyak tiga kali pada Selasa (21/4/2026) pagi.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, rangkaian erupsi ini terjadi dalam kurun waktu dua jam, yakni mulai pukul 05.30 WIB hingga 07.30 WIB. Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih tertahan di Level III (Siaga).

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi menyebutkan bahwa tinggi kolom abu yang teramati mencapai Β± 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar Β± 4.676 meter di atas permukaan laut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Status masih siaga. Gunung Semeru mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati Β± 1.000 m di atas puncak," ujar Yadi Yuliandi dalam laporan tertulis yang diterima detikJatim, Selasa (21/4/2026).

ADVERTISEMENT

Secara visual, kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak condong ke arah barat. Berdasarkan rekaman seismograf, erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi gempa letusan selama 182 detik.

Menyikapi peningkatan aktivitas ini, pihak otoritas mengeluarkan imbauan tegas kepada warga maupun wisatawan yang berada di sekitar kaki gunung. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak.

"Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di radius 13 kilometer dari puncak," tegas Yadi.

Selain risiko erupsi, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya sekunder lainnya. Antaranya lain awan panas guguran, guguran lava, juga ahar dingin di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama saat terjadi curah hujan tinggi.

Pihak BPBD dan petugas terkait terus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi eskalasi aktivitas vulkanik lebih lanjut. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun selalu sigap mengikuti arahan petugas di lapangan.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads