Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) mendorong Muktamar Ke-35 NU digelar tanpa politik uang (money politic). Mereka senang hati mendukung pencalonan Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) asalkan atas usulan seluruh PC dan PWNU.
Ketua Umum IKAPETE Prof Dr KH Masykuri Bakri menuturkan, NU harus didudukkan seperti semula. Yaitu sesuai dengan yang dulu dirintis Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari. Selain itu, pihaknya mendorong Muktamar NU Agustus 2026 nanti tanpa politik uang.
"Jadi, persatuan dan kesatuan menjadi kunci utama. Alumni Tebuireng bertekat untuk itu. Juga mendorong proses muktamar itu tidak ada istilahnya apa ya menggunakan money politic," terangnya kepada wartawan saat Munas IKAPETE di Ponpes Tebuireng, Desa Cukir, Diwek, Jombang, Sabtu (18/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski gelaran Muktamar Ke-35 NU sekitar 4 bulan lagi, sejumlah nama mulai menyeruak ke publik sebagai bakal calon Ketua Umum PBNU. Antara lain Pengasuh Ponpes Tebuireng Gus Kikin dan Pengasuh Ponpes Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam).
Terkait nama Gus Kikin dalam daftar bakal calon Ketum PBNU, Masykuri menyatakan IKAPETE tidak serta merta mendukungnya. Ia menegaskan para alumni Ponpes Tebuireng ini bakal mendukung apabila pencalonan Gus Kikin atas usulan PC dan PW NU seluruh Indonesia.
"Alumni ini ingin siapa pun yang menjabat di sana nanti harus kembali kepada rel khittah dan konon asasih. Andaikan pengurus NU se-Indonesia mengharap Kiai Kikin menjadi Ketua PBNU, kalau itu merupakan usulan seluruh PC dan PW seluruh Indonesia, kenapa tidak. Maka Ikapete dengan senang hati," jelasnya.
Di sisi lain, Gus Kikin fokus memikirkan agar NU menjadi lebih baik dan menjadi organisasi yang solid. Salah satunya dengan memedomani konon asasih atau anggaran dasar organisasi. Kedua, meningkatkan integritas SDM dan menanggalkan kepentingan pribadi demi kepentingan bangsa.
"NU itu punya konon asasih, anggaran dasar, itu berjalan sejak NU didirikan. Kemudian di awal-awal NU berkegiatan sampai tahun 30-an, tahun 40-an itu sangat solid. Itu merupakan suatu kondisi yang ideal bagi organisasi. Karena kalau solid merupakan bentuk civil society yang sangat bagus sebagai pondasi sebuah bangsa. Idealnya NU yang dulu pernah menjadi suatu kekuatan harus kita raih kembali," ujarnya.
Ihwal Muktamar NU 2026, Gus Kikin menegaskan dirinya tidak pernah meminta agar diusung menjadi Ketum PBNU. Namun, pihaknya siap mencalonkan diri apabila didorong untuk maju sampai dirinya melihat dorongan itu sebagai kewajiban.
"Kalau saya didorong, ayo saja, tapi saya kan tidak pernah minta. Namanya kewajiban, ya sudah kalau saya yang dianggap yang bisa maju, enggak papa saya yang maju," cetusnya.
Kepada IKAPETE, Gus Kikin selalu berpesan agar ikut memperbaiki NU apabila mempunyai kemampuan. Menurutnya, pesan tersebut tidak hanya pada momen menjelang Muktamar NU.
"Soal caranya ya kita sama-sama tetap menjaga persaudaraan dan persatuan. Kalau itu bisa dilaksanakan Insyaallah Allah yang akan mengatur semuanya. Sejak zaman dulu NU diaturnya dari langit sana," tandasnya.
