17 Warga di Bojonegoro Keracunan Usai Santap Menu MBG, Ada Ibu Hamil

17 Warga di Bojonegoro Keracunan Usai Santap Menu MBG, Ada Ibu Hamil

Ainur Rofiq - detikJatim
Kamis, 16 Apr 2026 19:11 WIB
SPPG Plesungan 2, Kapas Bojonegoro ditutup usai belasan warga keracunan
SPPG Plesungan 2, Kapas Bojonegoro ditutup usai belasan warga keracunan (Foto: Dok. Istimewa)
Bojonegoro -

Belasan warga, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil dilaporkan mengalami mual dan muntah serentak usai menyantap makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Plesungan 2, Rabu (15/4) petang.

Petugas Puskesmas Kapas telah mendatangi dapur SPPG Plesungan 2. Petugas melakukan pengecekan area dapur dan mengambil sejumlah sampel makanan untuk uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Kepala Desa Tikusan, Edy Sunarto, membenarkan laporan warganya yang mengalami gejala medis usai mengonsumsi menu mi yang didistribusikan ke wilayahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Laporan yang masuk ke kami, ada anak SD, anak TK, guru PAUD, sampai ibu hamil yang terdampak. Gejalanya rata-rata pusing, sakit perut, mual, sampai muntah-muntah berulang kali," ujar Edy saat memberikan keterangan, Kamis (16/4/2026).

ADVERTISEMENT

Edy merinci 17 korban sebanyak siswa SD 9 anak (mual, pusing, dan muntah), posyandu/TK: 4 anak (mual dan muntah), dan ibu hamil: 4 orang (3 mual, 1 diare).

Salah satu korban berinisial NI, seorang ibu hamil, dilaporkan mengalami muntah hingga enam kali. Beberapa korban bahkan harus dilarikan ke klinik untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

"Menu yang dimakan itu mi, warga menyebutnya seperti mi dan semacam dimsum. Tak lama setelah makan, mereka langsung merasa tidak enak badan," jelas Edy.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro bergerak cepat menangani kasus ini. Kadinkes Bojonegoro, Ninik Susmiati, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengambil sampel makanan, air bersih, hingga peralatan makan untuk diuji di laboratorium.

"Iya betul, ada dugaan keracunan. Semua sampel sudah kami ambil, sedang dilakukan uji lab. Hasil belum keluar," ujar Ninik.

Akibat kejadian ini, operasional SPPG Plesungan 2 resmi dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Penutupan ini dilakukan hingga hasil uji laboratorium keluar dan investigasi dinyatakan selesai.

"Dihentikan sementara oleh BGN. Belum tahu berapa hari ditutupnya, tergantung hasil lab nanti," pungkas Ninik.

Hingga berita ini diturunkan, pemilik SPPG Plesungan 2, Yuanita belum memberikan keterangan resmi maupun klarifikasi terkait insiden yang menimpa warga Desa Tikusan tersebut.




(dpe/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads