Longsor Terjadi di Jalur Ponorogo-Pacitan, 9 Titik Terdampak

Longsor Terjadi di Jalur Ponorogo-Pacitan, 9 Titik Terdampak

Charolin Pebrianti - detikJatim
Rabu, 15 Apr 2026 10:56 WIB
Longsor di jalur Ponorogo-Pacitan.
Longsor di jalur Ponorogo-Pacitan. (Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim)
Ponorogo -

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Slahung, Ponorogo sejak Selasa malam menyebabkan sejumlah titik di Jalur Ponorogo-Pacitan longsor. Dampaknya dirasakan hingga ke fasilitas kesehatan, salah satunya di UGD Puskesmas Slahung.

Camat Slahung, Nur Huda Rifai mengatakan berdasarkan informasi awal ada sejumlah titik terdampak akibat tingginya curah hujan.

"Informasi awal akibat curah hujan tinggi tadi malam ini ada beberapa titik. Ada 9 titik, sebagian besar ada di jalur Ponorogo-Pacitan, yang paling besar ada di perbatasan Ponorogo-Pacitan. Sembilan titik ini masih kami petakan," ujar Nur Huda, Rabu (15/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD serta instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.

"Sudah kami laporkan ke BPBD dan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Kapolsek Slahung AKP Pitoyo mengungkapkan longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di kawasan jalur menuju Pacitan, tepatnya di area Perhutani petak 56.

"Jadi tadi pagi jam 3 terjadi longsor arah Pacitan, kebetulan di kawasan Perhutani petak 56. Karena curah hujan tinggi," kata Pitoyo.

Menurutnya, material longsor berupa lumpur dan kayu lapuk cukup banyak dan licin, sehingga membahayakan pengguna jalan.

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mendatangkan alat berat guna melakukan pembersihan material longsor.

"Langkah kami sudah koordinasi dengan PU untuk meminta alat berat melakukan pengurukan, ke BPBD juga untuk dilakukan penyemprotan," jelasnya.

Selain itu, arus lalu lintas di jalur Ponorogo-Pacitan saat ini diberlakukan sistem buka-tutup demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

"Arus lalu lintas dilakukan buka tutup dan dipastikan tetap lancar. Ini material longsor banyak dan licin," tambahnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk membantu proses pembersihan material longsor.

"Kami juga koordinasi dengan damkar untuk dilakukan penyemprotan dengan ketinggian sekitar 35 meter, karena material berupa lumpur dan kayu-kayu yang sudah lapuk," pungkasnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads