Akses jalan menuju wisata Air Terjun Madakaripura putus sepanjang sekitar 20 meter akibat longsor. Sebagai solusi sementara, personel Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) V/Arathi Bhaya Wighina (ABW) Malang mulai memasang jembatan Bailey. Pengerjaan ditargetkan rampung dalam 14 hari.
Jembatan darurat tersebut memiliki panjang sekitar 33 meter dengan lebar 5,8 meter dan dirancang mampu menopang beban maksimal hingga 10 ton. Pembatasan ini dilakukan mengingat kondisi tanah di lokasi masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Pemasangan jembatan dilakukan oleh tim gabungan dari Yon Zipur V/ABW Malang, Kodim 0820 Probolinggo, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, serta dibantu warga setempat. Lokasi pemasangan berada di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahap awal, petugas memfokuskan pengerjaan pada pembuatan pondasi dari tumpukan karung berisi tanah di kedua sisi jalan yang terputus. Kondisi jalan yang menanjak membuat petugas harus meninggikan pondasi di sisi timur agar posisi jembatan tetap seimbang.
Petugas juga bekerja ekstra hati-hati karena sempat terjadi longsor susulan di area tersebut akibat struktur tanah yang gembur.
Komandan Kompi (Danki) Yon Zipur V/ABW Malang, Kapten Czi Ronny Maryanto mengatakan, progres pekerjaan saat ini difokuskan pada penataan pondasi agar pemasangan jembatan tidak mengalami kendala.
"Kami fokus pada penimbunan untuk leveling karena ada perbedaan ketinggian. Target kami pembangunan jembatan Bailey ini bisa selesai dalam 14 hari, dengan catatan kondisi cuaca mendukung," ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia juga menjelaskan, kapasitas jembatan dibatasi maksimal 10 ton demi keamanan struktur.
"Kapasitas kami batasi 10 ton karena struktur tanahnya masih labil dan kami tidak berani mengambil risiko lebih dari itu," tambahnya.
Sementara itu, putusnya akses jalan tidak sepenuhnya menghentikan aktivitas wisata di kawasan Air Terjun Madakaripura. Sejumlah wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, tetap berkunjung dengan berjalan kaki melewati jalur yang terputus.
Setelah melintasi area longsor, wisatawan melanjutkan perjalanan menggunakan jasa ojek motor yang disediakan warga setempat menuju lokasi wisata.
Jembatan Bailey ini akan digunakan sementara hingga Pemerintah Kabupaten Probolinggo membangun kembali akses jalan permanen menuju destinasi wisata tersebut.
(auh/hil)











































