Pernyataan anggota DPR RI Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, yang menyinggung dugaan keterlibatan ulama hingga pondok pesantren dalam pusaran narkoba di Madura menuai sorotan. Ucapan tersebut disampaikan dalam forum resmi.
Dalam rapat bersama Kepala BNN, Aboe Bakar memaparkan pandangannya terkait peredaran narkotika yang dinilai semakin kompleks. Ia bahkan mencontohkan temuan di Madura yang menurutnya perlu ditelusuri lebih lanjut kebenarannya.
Majelis Kehormatan Dewan atau MKD DPR pun memanggil Aboe Bakar. Ia dijadwalkan memberikan klarifikasi di hadapan MKD DPR pada Selasa (14/4/2026) pukul 10.00 WIB di ruang sidang MKD, kompleks parlemen, Senayan. Undangan pemanggilan pun telah dilayangkan kepada yang bersangkutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Besok MKD DPR akan memanggil Aboe Bakar atas pernyataannya tentang narkoba di Madura," kata Ketua MKD DPR Nazaruddin Dek Gam, Senin (13/4/2026).
"Undangan sudah dikirimkan kepada Saudara Aboe Bakar," ujar Dek Gam.
Hingga saat ini, detikcom telah mencoba menghubungi Aboe Bakar terkait agenda pemeriksaan tersebut. Namun, belum ada respons dari yang bersangkutan.
Sebelumnya, pernyataan Aboe Bakar disampaikan dalam rapat bersama Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto pada Selasa (7/4). Dalam forum itu, ia menyoroti pentingnya sinergi antarinstansi dalam pemberantasan narkoba.
"Kami juga menegaskan pentingnya sinergi antara BNN, Polri, dan Pemerintah Daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam memerangi narkoba. Tanpa kolaborasi yang solid, upaya kita tidak akan mencapai hasil yang optima," kata Aboe Bakar saat rapat.
Dalam kesempatan tersebut, Aboe Bakar juga menyinggung temuan yang menurutnya perlu ditelusuri lebih lanjut, khususnya terkait dugaan keterlibatan sejumlah pihak di Madura.
"Contoh, Madura. Saya itu kaget, Pak, ulama sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek benar tidak? Pesantren-pesantren itu juga, Pak. Ini ada apa? Ternyata ada cuan di situ, Pak. Ada cuan di situ, cuan-nya banyak, bukan dikit," ucap dia.
Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika tersebut.
"Nah, saya khawatir yang bermain-main ini, ya maaf ya, saya, kita tidak tendensius, saya khawatir yang bermain ya yang punya posisi-posisi, Pak. Karena ini, atau pebisnis-pebisnis besar," tutur dia.
Selain itu, Aboe Bakar meminta aparat penegak hukum memberi perhatian lebih pada wilayah perbatasan dan pesisir yang dinilai rawan menjadi jalur distribusi narkotika.
"Kita harus pikirkan itu daerah-daerah perbatasan, daerah-daerah pinggiran laut, dan sebagainya. Saya nggak sebutkan lah di mana-dimananya. Itu pasti menjadi pusat perjalanan barang-barang tersebut, ya," tuturnya.
Berita ini sudah tayang di detikNews, baca berita selengkapnya di sini!
