Devi Wirawati hanya bisa menatap kosong sembari bersandar di dinding rumah milik kerabatnya, setelah rumah satu-satunya ambruk ke bibir sungai Desa Kedungdowo, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk.
Rumah milik Devi ambruk sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu (11/4/2026), setelah sempat miring pada dini hari. Dini hari itu, dia bersama suami dan keempat anaknya telah mengungsi ke rumah kerabat, untuk menyelamatkan diri.
"Tadi malam sudah mulai mau roboh. Tapi siang ini baru roboh. Saya tadi pas kerja, terus dikabari saudara," tutur Devi ditemui di rumah kerabatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Devi mengaku baru menyadari rumahnya akan roboh, saat malam hari suaminya mendengar suara sejumlah genteng jatuh. Bangunan rumahnya juga tiba-tiba miring.
Kondisi rumah Devi yang ambruk gegara tanah ambles di Kedungdowo, Nganjuk (Foto: Bakrie/detikJatim) |
"Genteng banyak yang jatuh karena rumah saya sudah doyong (miring). Akhirnya saya sekeluarga mengungsi ke rumah saudara," bebernya.
Wanita 38 tahun ini menyebut bahwa rumahnya kini telah roboh keseluruhan, setelah sebelumnya separuhnya juga telah roboh. Dia pun berharap pemerintah mengulurkan bantuan untuknya.
Baca juga: Musala di Sampang Ambruk Akibat Tanah Ambles |
"Semoga ada bantuan dari pemerintah untuk saya dan keluarga," ucapnya.
Rumah milik Devi ini jaraknya sekitar 300 meter dari jalan ambles di Desa Kedungdowo, yang saat ini kondisinya juga semakin mengkhawatirkan. Sedangkan rumah milik Devi, berdekatan dengan bibir sungai setempat.
"Saya tidak tahu penyebabnya. Tapi tanahnya itu memang ambles. Kan dekat sungai juga," sambung Devi.
Selain rumah milik Devi, sekitar satu meter, rumah milik Ketua RT setempat juga terlihat sudah menggantung. Kondisi itu juga dikhawatirkan bakal membuat rumah tersebut roboh, bila tidak segera ditangani.
(ihc/abq)

