Sebuah musala dan kamar mandi milik warga di Dusun Tengah Daya, Desa Bunten Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, ambruk akibat tanah ambles. Peristiwa tersebut juga menyebabkan rumah warga di sekitar musala mengalami retak-retak.
Kepala Desa Bunten Barat, Sukaryadi, membenarkan longsor tersebut menimpa rumah warganya bernama H. Usi (65). Musala dan kamar mandi di samping rumah korban rusak parah hingga rata dengan tanah.
"Yang ambles itu tanah di depan rumahnya, sampai musala dan toiletnya yang ada di depannya ambruk total tidak bisa di selamatkan," ungkap Sukaryadi kepada detikJatim, Senin (19/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukaryadi mengatakan, tanah di area tersebut mengalami keretakan dan ambles sedalam sekitar satu hingga dua meter. Ia memprediksi luas area yang ambles mencapai 30 hingga 50 meter.
"Itu terjadi setelah sering hujan, tanah yang ambles itu cukup lebar sekitar 30 meteran lebih," ujarnya.
Pihak desa mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. Sukaryadi juga memerintahkan pemilik rumah untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
"Saya sudah datang ke lokasi dan melaporkan kejadian itu ke kecamatan dan Polsek setempat. Sementara penghuni rumah satu keluarga kami minta untuk mengungsi sementara mengantisipasi kejadian yang tidak terduga," tandasnya.
Sementara itu, untuk menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak Polsek Ketapang bersama camat setempat telah meninjau lokasi. Dugaan sementara, pergerakan tanah disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi serta kondisi tanah yang labil (tanah lempung).
"Tidak ada korban jiwa, kerugian materil diperkirakan antara Rp 30 juta," kata Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo.
(auh/hil)











































