Seorang pengemudi ojek motor online Maxxis, Abdul Azis (26), warga Jalan Lingkar Utara, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, menjadi korban begal pada Sabtu pagi (11/4), sekitar pukul 04.30 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Cokroaminoto, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, usai korban mengantarkan penumpang dari wilayah Kelurahan Mayangan menuju area sekitar kantor PLN setempat.
Menurut keterangan korban, kejadian bermula saat dirinya menerima pesanan (orderan) penumpang menjelang waktu subuh. Setelah memastikan lokasi tujuan, korban menjemput dan mengantar penumpang ke titik yang dimaksud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya saya antar ke titik PLN di Jalan Cokroaminoto. Tapi penumpangnya bilang bukan di situ, minta ke selatan sedikit. Lalu saya antar ke depan pujasera Cokroaminoto," ujar Abdul Azis, Minggu (12/4/2026).
Setelah menurunkan penumpang dan menerima pembayaran, korban sempat berhenti di depan sebuah konter ponsel untuk beristirahat sejenak sambil mengecek orderan berikutnya. Situasi tiba-tiba berubah mencekam ketika dua orang tak dikenal membawa celurit datang mendekat.
"Kedua pelaku pakai masker dan helm. Tiba-tiba langsung membacok menggunakan senjata tajam jenis celurit ke saya tiga kali. Yang pertama kena pergelangan tangan kiri," ungkapnya.
Dalam kondisi terluka, korban juga dipaksa menyerahkan jaket dan tas miliknya. Tas tersebut diketahui berisi dompet dengan sejumlah uang, yang sebagian sempat terjatuh saat kejadian.
Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku langsung melarikan diri ke arah selatan, diduga menuju kawasan Bundaran Gladak Serang. Saat kejadian, kondisi jalan diketahui relatif sepi meski waktu sudah mendekati pukul 05.00 WIB.
"Saya sempat teriak, tapi tidak ada yang merespons," tambahnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bacok di pergelangan tangan kiri serta kehilangan sepeda motor Honda Vario 125 warna merah doff dengan nomor polisi N 3784 RM. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp25 juta.
Korban berharap pihak kepolisian segera mengungkap pelaku agar kejadian serupa tidak terulang.
"Harapannya pelaku bisa segera ditangkap, supaya tidak ada korban lain. Cukup saya saja," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam penanganan Satreskrim Polres Probolinggo Kota.
(ihc/dpe)
