DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur menggelar acara Halal Bihalal di Hotel Shangri-La Surabaya, Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dalam momentum Lebaran 2026.
Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah, menyebut banyak warga Nahdlatul Ulama (NU) yang saat ini telah menjadi kader hingga pengurus di PDIP. Ia menegaskan partainya siap menjadi rumah politik yang nyaman bagi warga NU.
"Kami senang sekali bila ada tokoh-tokoh NU yang menjadikan PDIP sebagai rumah politiknya kami di Jawa Timur," kata Said dalam sambutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Said kemudian memperkenalkan sejumlah tokoh NU, mulai dari kalangan gus hingga ning, yang telah bergabung di PDIP Jawa Timur dan menjadi bagian dari pengurus harian.
"Di sini ada Gus Wahab, ada KH Abdullah Azwar Anas, ada KH Nasyirul Falah Amru, ada Gus Mufti Anam," jelasnya.
Ia juga menilai PDIP dan NU memiliki kesamaan dalam menyebarkan nilai-nilai perdamaian, terutama dalam hal toleransi antarumat beragama.
"Para kiai, gus, ning, seluruh pengurus PDIP, NU dan PDIP memiliki cita-cita ideologis yang sama. Nilai-nilai ke-NU-an yakni kekuatan Islam yang menolak dihadirkan ketakutan. Menekankan prinsip pertengahan, seimbang, toleran, inilah Islam yang dibawa NU," tegasnya.
"Maka di dalam diri setiap kader NU selalu kita akan menyebut Ahlussunnah Wal Jamaah," tandasnya.
(ihc/dpe)











































