Juru parkir di Surabaya kembali menjadi sorotan. Kali ini seorang pemobil diduga mengalami intimidasi hingga kekerasan saat hendak menurunkan pesanan katering di kawasan Kusuma Bangsa, Surabaya.
Berdasarkan tayangan dari sejumlah akun di media sosial Instagram, terlihat unggahan seorang driver yang sebelumnya diunggah di Facebook E100 Suara Surabaya. Dalam keterangannya, pengemudi mengaku hendak mengantar katering ke alamat di Jalan Kusuma Bangsa pada Sabtu (11/4) sekitar pukul 11.30 WIB.
Ia mengaku didatangi seorang juru parkir yang langsung marah-marah dan memaksanya membayar, dengan alasan lokasi tempatnya berhenti merupakan wilayah parkirnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emosi jukir tersebut disebut semakin meningkat saat pengemudi hendak menurunkan pesanan katering yang diklaim berada di wilayah kekuasaannya. Bahkan, pengemudi mengaku sempat dicekik oleh jukir tersebut.
Situasi sempat memanas ketika driver kembali ke mobil untuk mengambil ponsel dan merekam kejadian itu. Dalam video, terlihat jukir tersebut mencoba mengambil paksa ponsel yang digunakan untuk merekam dari dalam mobil.
Keributan pun tak terelakkan. Petugas keamanan di sekitar lokasi hingga driver ojek online berupaya melerai, namun situasi belum juga mereda.
Unggahan driver di Facebook E100 itu kemudian dikutip oleh sejumlah akun media sosial hingga viral.
Kapolsek Genteng Kompol Grandika angkat bicara terkait insiden tersebut. Ia mengatakan pihaknya masih mendalami kejadian itu.
"Iya, Mas. Sudah kita cek hari ini. Tadi yang bersangkutan tidak ada, besok dan seterusnya kita cek terus, Mas," kata Grandika saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (12/4/2026).
Ia memastikan pihaknya masih berupaya mencari identitas dan keberadaan korban. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi yang masuk ke polisi.
"Karena (korban) enggak lapor, Mas," imbuhnya.
Hal senada disampaikan Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya. Ia menyebut pihaknya tengah menindaklanjuti peristiwa tersebut.
"Sedang kami tindak lanjuti, belum ada (laporan resmi korban ke polisi)," ujarnya.
Vian menambahkan, pihaknya juga telah berupaya menghubungi korban, namun hingga kini belum mendapat respons.
"Sudah dari tadi malam kami hubungi, belum respons," tutupnya.
(ihc/abq)
