Harga plastik di Indonesia saat ini sedang naik imbas konflik di Timur Tengah. Salah satu daerah yang merasakan kenaikan adalah Surabaya, pemkot pun meminta untuk beralih ke kemasan ramah lingkungan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya Mia Santi Dewi mengatakan, kenaikan harga plastik saat ini cukup signifikan dan dipicu faktor global.
"Memang kenaikan harga plastik sekarang ini cukup signifikan ya, sekitar 30 sampai 60 persen. Jadi memang dipacu pasokan global dan harga energi di dunia yang tidak bisa kita hindari," kata Mia, Selasa (7/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mia menyebut, kenaikan harga plastik mulai dirasakan pelaku usaha utamanya, karena berdampak langsung pada biaya produksi. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga jual jika tidak diantisipasi dengan inovasi.
"Memang terasa dengan perubahan atau kenaikan harga plastik ini, tapi kita melakukan pendampingan UKM. Antara lain dengan inovasi terhadap kemasan, karena pasti akan berpengaruh dengan harga biaya produksi," jelasnya.
Oleh karena itu, pemkot mendorong UMKM Surabaya mulai beralih ke alternatif kemasan non-plastik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
"Jadi kita mencoba mendampingi untuk inovasi kemasan di UKM, tidak lagi dengan plastik, tapi dengan bahan-bahan lain yang bisa menekan biaya produksinya," ujarnya.
Menurutnya, keluhan dari pelaku usaha terkait kenaikan harga plastik belum terlalu banyak. Namun, Pemkot Surabaya tetap melakukan antisipasi menghadapi kemungkinan perkembangan ke depan.
Selain mendorong substitusi kemasan, Dinkopumdag menilai perubahan pola distribusi dan penjualan dapat menjadi solusi jangka pendek. Salah satunya melalui penjualan dalam jumlah lebih besar untuk mengurangi penggunaan kemasan kecil berbahan plastik.
"Jadi kalau terkait dengan perdagangan pada umumnya ya mungkin kuantitas jual itu tidak lagi dikemas kecil-kecil. Tapi yang memang paling signifikan itu perubahan kemasan yang harus mulai dilakukan," urainya.
Untuk menekan harga, Pemkot Surabaya menjalin komunikasi dengan distributor agar rantai pasok dapat dipersingkat dan harga yang diterima pelaku usaha lebih kompetitif.
"Kita komunikasi dengan distributor, kemudian kita hubungkan dengan para pedagang atau UMKM kita. Jadi lebih memutus rantai pasoknya supaya gak terlalu panjang," pungkasnya.
