Satuan Tugas (Satgas) pemantauan elpiji memastikan stok di Kabupaten Ngawi tersedia. Pengecekan dilakukan tidak hanya pada elpiji di SPBE, tetapi juga terhadap BBM di SPBU di seluruh wilayah Ngawi.
Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Aris Gunadi, menyampaikan bahwa tidak ada pengurangan kuota LPG 3 kg.
"Alhamdulillah dari hasil pengecekan di SPBE aman, tidak ada pengurangan," ujar Aris saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (11/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aris menjelaskan, setiap hari terdapat suplai elpiji ke wilayah Ngawi dari dua perusahaan, yakni PT Nur Wistara Mandiri dan PT Karya Usaha Mandiri. Total pasokan elpiji mencapai 22.400 tabung per hari.
"Total 22.400 tabung elpiji dari SPBE disalurkan di Ngawi. Tabung elpiji 3 kg yang disuplai tidak ada pengurangan," jelas Aris.
Ia merinci, PT Nur Wistara Mandiri menyuplai sebanyak 22.320 tabung, sementara PT Karya Usaha Mandiri sebanyak 10.080 tabung. Tidak hanya itu, kata Aris, suplai gas LPG juga datang dari Pertamina Semarang.
Distribusi dari wilayah di provinsi lain ini dilakukan karena pasokan dari Pelabuhan Tanjung Perak kerap mengalami keterlambatan, sehingga dialihkan ke Semarang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Gas LPG yang disuplai dari Pertamina Semarang, karena suplai dari Pelabuhan Tanjung Perak sering terlambat sehingga dialihkan ke Semarang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," imbuh Aris.
Selain itu, petugas juga melakukan uji timbangan terhadap tabung elpiji dan memastikan hasilnya masih dalam batas toleransi.
"Saat dilakukan uji timbangan, masih sesuai (batas toleransi)," tandas Aris.
Berdasarkan data yang dihimpun detikJatim, Satgas yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, Pemkab Ngawi, serta Pertamina telah melakukan pengecekan di seluruh SPBE dan memastikan stok elpiji dalam kondisi aman.
