Satuan Reserse Kriminal Khusus (Satreskrimsus) Polresta Banyuwangi menggelar inspeksi mendadak (sidak) distribusi gas elpiji subsidi 3 kilogram di salah satu Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kecamatan Rogojampi, Kamis (9/4/2026). Meski belum ditemukan indikasi kecurangan, polisi mengingatkan agar tidak ada praktik yang merugikan konsumen.
Dalam sidak tersebut, petugas memeriksa berbagai aspek, mulai dari kelengkapan keamanan tabung, akurasi alat pengisian, jalur distribusi, kondisi segel, hingga uji sampling berat isi gas.
Kasat Reskrimsus Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolresta Banyuwangi Kombes Rofiq Ripto Himawan untuk memastikan distribusi LPG berjalan sesuai aturan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kami menindaklanjuti arahan dari bapak Kapolresta untuk melakukan pengawasan dan kontrol serta antisipasi kelangkaan LPG maupun BBM bersubsidi," ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Lanang menegaskan, pengecekan dilakukan secara detail dari awal proses hingga pengisian gas ke dalam tabung guna memastikan tidak ada penyimpangan.
"Kami melakukan pengecekan secara bersama-sama mulai dari proses awal hingga masuk ke tabung gas. Hasilnya, sesuai takaran yang telah ditentukan," jelasnya.
Dari hasil sidak, tidak ditemukan pelanggaran di lokasi tersebut. Namun, pihak kepolisian memastikan pengawasan serupa akan terus dilakukan secara berkala.
"Sampai saat ini tidak ditemukan adanya pelanggaran dari salah satu SPPBE tersebut," tegas Lanang.
"Sejauh ini masih satu titik SPPBE yang kami cek, namun tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pengecekan di tempat lainnya," tambahnya.
Selain itu, Lanang mengungkapkan adanya peningkatan konsumsi LPG 3 kilogram saat momen Lebaran, khususnya dari sektor rumah tangga.
"Dari pendataan yang kami lakukan, memang ada peningkatan penggunaan LPG saat Lebaran. Sempat terjadi keterlambatan pengiriman, namun segera ditambah pasokannya sehingga saat ini sudah kembali stabil," paparnya.
Berdasarkan data 2026, alokasi LPG 3 kilogram di Banyuwangi mencapai 18.318.667 tabung atau setara 54.956 metrik ton. Hingga akhir Maret 2026, realisasi penyaluran tercatat 4.903.360 tabung atau sekitar 108,8 persen dari target year to date (YTD), dengan rata-rata distribusi harian mencapai 63.500 tabung.
Meski stok dinyatakan aman, kepolisian mengingatkan bahwa LPG subsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat prasejahtera dan pelaku usaha mikro.
Penggunaan oleh usaha menengah hingga besar, seperti hotel, restoran, dan laundry, dilarang agar distribusi tetap tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.
(ihc/dpe)
