Siapa sangka, putaran balik dari arah Tunjungan menuju Embong Malang ternyata jadi sarang pelanggaran. Mayoritas pelanggar datang dari arah Basuki Rahmat.
Berdasarkan pantauan detikJatim di lokasi, Kamis (9/4/2026), pelanggaran yang paling sering terjadi adalah pengendara roda dua dari arah Basuki Rahmat yang nekat menerobos pembatas jalan dan melawan arus menuju Jalan Tunjungan, tepatnya ke arah Jalan Gubernur Suryo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kurun waktu 30 menit saja di jam-jam pulang kerja (17.30 WIB), tercatat sudah terjadi sekitar 10 pelanggaran. Situasi ini tentu berbahaya, mengingat kendaraan dari arah Tunjungan menuju Embong Malang melaju dengan kecepatan cukup tinggi.
Meski risiko jelas terlihat, para pelanggar tampak tak gentar. Demi memangkas waktu tempuh, aturan lalu lintas seolah menjadi hal yang bisa dinegosiasikan.
Pelanggaran lain juga tak kalah mencolok. Sejumlah pengendara roda dua terlihat dengan santai menaiki trotoar, bahkan memarkirkan kendaraannya di ruang yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki tersebut.
Roda empat tampaknya tak mau kalah dalam menunjukkan sikap ketidakdisiplinan dengan berhenti di bahu jalan sisi kanan yang merupakan jalur cepat. Tidak jelas apa tujuannya, dan tidak terlihat seorang pun turun dari kendaraannya. Namun dua mobil yang ditemui detikJatim di lokasi berhenti dalam kurun waktu yang cukup lama, sekitar 10-15 menit.
Di lokasi ini, aturan seolah tidak berarti. Pengemudi menempuh jalur sesuka hati dan menerobos sana-sini.
(auh/abq)











































