Jembatan yang menghubungkan dua desa di Situbondo ambrol dan putus. Akibatnya, akses antar-desa terputus.
Jembatan penghubung tersebut menghubungkan desa Kotakan Kecamatan Situbondo dan Desa Siliwung, Kecamatan Panji, Situbondo. Putusnya jembatan limpas penghubung dua kecamatan itu disebabkan derasnya air setelah hujan deras di hulu Sungai Sampean Baru, Bondowoso.
Jembatan tersebut ambrol akibat sejumlah rumpun bambu yang tersangkut di badan jembatan. Akibatnya, jembatan tak mampu menahan gerusan air bercampur lumpur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sebenarnya jembatan milik nasional," terang Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang dikonfirmasi saat turun ke lokasi, Selasa (31/3/2026).
Oleh sebab itu, imbuh bupati yang karib dipanggil Mas Rio ini, langkah awal pemerintah daerah akan melakukan pembersihan dan perbaikan rutin di sisi kanan dan kiri jembatan.
"Kita libatkan dulu masyarakat untuk gotong-royong bersih-bersih," katanya.
Selanjutnya, imbuh Rio, pemerintah akan mengambil langkah administratif dengan mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat.
"Baru nanti kita bikin telaah untuk dibangun jembatan bailey. Itu yang paling memungkinkan di sini," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, selain berstatus nasional, jembatan tersebut juga tidak bisa dibangun menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
"Karena dananya telah habis terserap untuk pemulihan pasca bencana sebelumnya," tandas Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Dampak dari terputusnya jembatan itu, akses warga terutama di dua desa tersebut menjadi terputus total. Kalaupun dipaksakan, harus memutar belasan kilometer.
(irb/hil)











































