12 Pohon Tumbang-8 Rumah Rusak Akibat Hujan Angin di Malang

12 Pohon Tumbang-8 Rumah Rusak Akibat Hujan Angin di Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 07 Apr 2026 19:08 WIB
Dampak cuaca ekstrem di Kabupaten Malang
Rumah rusak dampak cuaca ekstrem di Kabupaten Malang (Foto: Istimewa)
Malang -

Cuaca ekstrim berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Malang pada Selasa (7/4/2026) sore. Akibatnya, belasan pohon tumbang serta rumah rusak di bagian atap yang berada di Kecamatan Poncokusumo dan Kepanjen.

Kerusakan infrastruktur dan pohon tumbang sempat menutup akses jalan. Petugas gabungan telah melakukan penanganan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat cuaca ekstrem terjadi hampir bersamaan pada Selasa (7/4/2026) pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dampak cuaca ekstrem di wilayah Kecamatan Poncokusumo, tepatnya di Jalan Raya Wonorejo, sebanyak 12 pohon jenis Trembesi dan Pinus tumbang akibat terjangan angin kencang.

Pohon-pohon besar tersebut melintang di tengah jalan dan menutup total akses transportasi.

ADVERTISEMENT

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama relawan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi menggunakan gergaji mesin.

Beruntung, pada sore hari akses jalan sudah kembali normal dan dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Selain menutup jalan, angin kencang di Poncokusumo juga merusak atap 5 rumah warga di Desa Pandansari.

Para pemilik rumah, yang sebagian besar merupakan lansia, kini tengah mengupayakan perbaikan secara mandiri dengan total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 2,5 juta.

Sementara itu, di Kecamatan Kepanjen, dampak cuaca ekstrem menyasar kompleks Perumahan Wakaruri Seroja, Desa Sengguruh. Sebanyak tiga unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan bervariasi.

Di antaranya rumah Setyo Yugo yang mengalami kerusakan di bagian halaman karena tertimpa pohon mangga berdiameter 50 centimeter.

Berikutnya, rumah Aguw Suwandi mengalami rusak di bagian atap, karena terbawa angin dan rumah Bu Yusuf mengalami kerusakan pada bagian kamar mandi.

Tak hanya merusak bangunan, tumbangnya pohon mangga di lokasi tersebut juga mencabut akar hingga merusak pipa saluran air bersih milik Perumda Tirta Kanjuruhan. Perbaikan pipa dijadwalkan baru dapat dilakukan besok pagi.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, bahwa tidak ada korban akibat dampak cuaca ekstrem tersebut.

"Kondisi saat ini di beberapa titik sudah terkendali. Pembersihan material pohon tumbang telah selesai dilakukan, dan bantuan darurat berupa terpal telah didistribusikan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan atap," kata Sadono kepada wartawan, Selasa petang.

Hingga kini petugas gabungan masih bersiaga di lokasi titik dampak bencana cuaca ekstrem. Tim asesmen juga direncanakan akan melanjutkan pendataan, guna memastikan tidak ada dampak yang terlewatkan.

Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk susulan, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Malang Raya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads