Jeritan Pengusaha Kuliner di Malang Dampak Harga Plastik Melejit

Jeritan Pengusaha Kuliner di Malang Dampak Harga Plastik Melejit

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 07 Apr 2026 18:15 WIB
Naiknya harga plastik dikeluhkan pelaku UMKM sektor kuliner di Kota Malang
Naiknya harga plastik dikeluhkan pelaku UMKM sektor kuliner di Kota Malang. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Kenaikan harga bahan baku kemasan plastik kini menjadi momok baru bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner. Mereka harus bertahan, demi tak mengubah harga jual produknya.

Fenomena naiknya harga plastik mulai dirasakan secara signifikan sejak pertengahan hingga akhir bulan Ramadan. Di mana, berbagai jenis plastik kemasan mengalami lonjakan harga yang cukup drastis.

Pemilik gerai Nasi Pedas Bu Wardhani, Utik Mega mengungkapkan, kenaikan ini mencakup hampir seluruh jenis plastik yang digunakannya sehari-hari, mulai dari kantong kresek hingga wadah makanan thinwall. Kenaikan harga ini bukan sekadar fluktuasi kecil, melainkan lompatan angka yang sangat membebani biaya operasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mega mencontohkan, wadah thinwall ukuran 500 ml yang biasanya ia beli dengan harga Rp 22 ribu hingga Rp 23 ribu per pak, kini telah menyentuh angka Rp 30 ribu. Tidak hanya itu, kantong kresek ukuran besar merek Sumo yang semula dibanderol Rp 57 ribu juga ikut melambung hingga Rp 70.500.

Secara akumulatif, Mega memperkirakan kenaikan harga plastik ini mencapai angka 60-an persen, sebuah angka yang sangat kontras dibandingkan harga normal sebelumnya.

ADVERTISEMENT

"Macam-macam, mulai kresek, thinwall buat tempat-tempat lauk itu, sama kresek-kresek besar juga," ujar Mega berbincang dengan detikJatim, Selasa (7/4/2026).

Mengingat bisnisnya sangat bergantung pada kemasan plastik untuk menyajikan produk kepada pelanggan.

Kenaikan ini langsung memukul arus kas usahanya. Saat ini, Mega harus merogoh kocek hingga sekitar Rp 200 ribu setiap harinya hanya untuk memenuhi kebutuhan plastik operasional. Kondisi ini menempatkan para pengusaha kuliner pada posisi yang dilematis antara mempertahankan harga atau menjaga margin keuntungan.

Meskipun beban biaya meningkat, Mega mengaku masih menahan diri untuk tidak langsung menaikkan harga menu Nasi Pedas miliknya demi menjaga kenyamanan pelanggan.

"Mempengaruhi harga jual, tapi untuk saat ini sih belum aku naikin sih. Jadi masih pelan-pelan mau aku sounding pelan-pelan. Kalau langsung itu kayaknya kaget customer ku," jelas Mega.

Hal sama juga disampaikan Dian Febriana pemilik Dapur Mbakjemm mengatakan jika kenaikan harga bahan baku plastik bukan hanya jenis thinwall. Namun harga plastik kresek timbangan atau kiloan juga ikut melonjak hingga 80 persen.

Menurut Dian, kondisi itu cukup mempengaruhi biaya operasional harian usaha kuliner yang dirintinya saat ini.

Ia mencontohkan, harga satu ikat plastik kresek timbangan dengan berat sekitar seperempat kilogram kini telah menembus angka belasan ribu rupiah.

Padahal, sebelumnya harga plastik yang biasa digunakan untuk membungkus produk jajanan dan berbagai kebutuhan dagang lainnya tersebut masih berada di angka yang jauh lebih terjangkau.

"Dari harga Rp 8 ribu per ikat (250 gram), sekarang Rp 14 ribu. Bisa dibilang kenaikannya hampir 80 persen," ucapnya terpisah.

Dian menambahkan, kenaikan ini merata terjadi pada hampir semua ukuran plastik, mulai dari ukuran 18, 20, 22, hingga ukuran 26.

"Hampir semua jenis ukuran plastik naik. Termasuk thinwall dari Rp 23 ribu isi 25, sekarang jadi Rp 37 isi 24," pungkasnya.

Hingga saat ini, para pedagang grosir belum memberikan alasan pasti mengapa harga plastik belum juga kembali normal setelah masa puncak Ramadan dan Lebaran usai.

Namun, muncul dugaan bahwa kondisi ini dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia serta ketegangan konflik global di wilayah Timur Tengah yang berimbas pada rantai pasok bahan baku plastik.

Belum adanya tanda-tanda penurunan harga membuat para pengusaha harus memutar otak agar margin keuntungan tidak terus tergerus oleh mahalnya biaya pengemasan.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads