Konflik Selesai, 'Selat Hormuz Sidokare' Akhirnya Dibuka Lagi

Konflik Selesai, 'Selat Hormuz Sidokare' Akhirnya Dibuka Lagi

Suparno - detikJatim
Selasa, 07 Apr 2026 12:35 WIB
Selat Hormuz Sidokare kembali dibuka
'Selat Hormuz Sidokare' kembali dibuka/Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Polemik penutupan jalan di Perumahan Sidokare Asri, Kecamatan Sidoarjo, yang viral dengan julukan 'Selat Hormuz Sidokare' akhirnya berujung damai. Mediasi yang digelar di balai desa mempertemukan kedua belah pihak dan menghasilkan kesepakatan penyelesaian secara kekeluargaan.

Warga yang memviralkan berinisial YG, yang juga sempat mengunggah kejadian tersebut ke media sosial mengatakan, mediasi berlangsung pada Senin (6/4/2026) sore. Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat mengakhiri konflik tanpa melanjutkan ke jalur hukum.

"Sudah dimediasi dan disepakati damai. Sekarang sudah tidak ada lagi 'Selat Hormuz' di Sidokare," ujar YG saat dihubungi detikJatim melalui telepon selulernya, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut YG, suasana sudah mencair usai mediasi. Ia pun langsung berjabat tangan dengan MH sebagai bentuk penyelesaian persoalan.

ADVERTISEMENT

"Kami saling bersalaman dan saya pribadi sudah memaafkan. Harapannya ke depan bisa lebih baik," tambahnya.

YG menjelaskan, dirinya mengunggah kejadian tersebut bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar tidak bertindak sewenang-wenang di lingkungan.

"Saya tidak ada niat memviralkan, hanya ingin mengedukasi agar di lingkungan itu tidak ada tindakan arogan atau semena-mena," jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya musyawarah dalam setiap persoalan di lingkungan warga, terutama jika menyangkut fasilitas umum.

"Kalau ada masalah, seharusnya dimusyawarahkan dengan warga dan pemangku wilayah. Itu baru namanya musyawarah," tegasnya.

Meski demikian, YG mengakui pihak MH hingga akhir mediasi tidak secara eksplisit mengakui kesalahan. Namun ia memilih untuk memaklumi kondisi tersebut demi kebaikan bersama.

"Ya sudah, salah benar biar masyarakat yang menilai. Saya memaafkan saja, yang penting ke depan lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, MH menyatakan menerima hasil mediasi dan memastikan tidak akan melanjutkan persoalan ke jalur hukum. Ia menyebut keputusan tersebut diambil demi menjaga situasi kondusif lingkungan.

"Sudah selesai sampai di sini saja. Jalur hukum dibatalkan, kembali ke masyarakat demi kebaikan bersama," kata MH ditemui detikJatim di rumahnya.

MH yang mengaku sebagai purnawirawan Polri juga menegaskan pentingnya penyelesaian secara musyawarah. Menurutnya, langkah damai lebih baik dibandingkan memperpanjang konflik.

"Sebagai insan Bhayangkara, kita diajarkan untuk tetap mengedepankan penyelesaian yang baik. Saling memaafkan itu wajib," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan dalam proses mediasi telah terjadi saling memaafkan antara kedua pihak, sehingga persoalan dianggap tuntas.

Dengan berakhirnya polemik ini, warga berharap tidak ada lagi kejadian serupa di lingkungan mereka. Kesepakatan damai menjadi langkah awal untuk kembali menjaga kerukunan antarwarga di Perumahan Sidokare Asri.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads