Retakan Sepanjang 30 Meter Ditemukan di Lereng Gunung Wilis Nganjuk

Retakan Sepanjang 30 Meter Ditemukan di Lereng Gunung Wilis Nganjuk

Bakrie - detikJatim
Senin, 06 Apr 2026 16:08 WIB
Tim gabungan mengecek retakan yang ditemukan di lereng Gunung Wilis, Nganjuk.
Retakan sepanjang 30 meter yang ditemukan di lereng Gunung Wilis, Nganjuk. (Foto: Istimewa)
Nganjuk -

Retakan tanah sepanjang 30 meter ditemukan di lereng Gunung Wilis. Retakan yang mengkhawatirkan ini tepatnya ditemukan di hutan Dusun Salamjudeg, Desa Blongko, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Tim gabungan BPBD Nganjuk, Tagana, Forpimcam Ngetos, Perhutani, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan sejumlah masyarakat setempat telah melakukan pengecekan retakan itu pada Minggu (5/4).

Kepala BPBD Nganjuk, Sutomo mengatakan kondisi retakan tampak menganga dengan kedalaman bervariasi antara 30 sentimeter sampai yang terdalam mencapai 3 meter. Menurutnya hal itu mengkhawatirkan karena berpotensi memicu longsor yang mengancam keselamatan warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Retakan berada di kawasan pegunungan, tepatnya di atas area petilasan Makam Argojali," ujar Sutomo kepada detikJatim, Senin (6/4/2026).

Menurut Sutomo, retakan tanah itu berisiko memicu pergerakan tanah, terutama setelah kemarau panjang yang diikuti hujan.

ADVERTISEMENT

"Tim BPBD Nganjuk bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan dan siaga," ujarnya.

Tim gabungan mengecek retakan yang ditemukan di lereng Gunung Wilis, Nganjuk.Tim gabungan mengecek retakan yang ditemukan di lereng Gunung Wilis, Nganjuk. (Foto: Istimewa)

Sutomo mengimbau warga yang berada di sekitar lokasi maupun yang melintas untuk meningkatkan kewaspadaan. Bahkan, warga diminta bersiap mengungsi sementara bila kondisi tanah semakin labil.

Camat Ngetos, Nuri Prihandoko menambahkan jarak retakan dengan permukiman terdekat kurang lebih 2,5 kilometer. Jarak tersebut terutama dari Dusun Salamjudeg yang dihuni kurang lebih 50 kepala keluarga.

Meski demikian, kata Nuri, ada lahan di sekitar lokasi retakan tersebut yang merupakan lahan garapan warga. Lahan tersebut oleh warga ditanami cengkeh.

"Selain itu, lokasi ini juga sering didatangi peziarah yang menuju petilasan Makam Argojali, sehingga potensi risiko tidak hanya bagi warga, tetapi juga pengunjung," katanya.

Dalam rangka antisipasi kejadian yang bisa ditimbulkan oleh retakan itu, Nuri menyebutkan pihaknya bersama pihak terkait lain akan segera memasang banner atau papan peringatan serta garis polisi di sekitar lokasi retakan.

"Kami minta masyarakat lebih waspada, terutama saat melintas atau beraktivitas di sekitar lokasi," pungkasnya.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads