Kegaduhan menyelimuti destinasi wisata Mikutopia di Kota Batu setelah sebuah video viral menunjukkan kepanikan pengunjung akibat patahnya salah satu wahana. Namun, di tengah sorotan publik soal standar keamanan, pengelola wisata melontarkan dalih insiden itu dipicu ulah pengunjung.
Insiden yang menimpa wahana Tiram, komidi putar khusus anak-anak itu terjadi pada Jumat (3/4/2026) pukul 11.30 WIB. Meski saksi mata di media sosial menceritakan momen dramatis saat warga harus melompati pagar untuk menolong korban, pengelola memilih mengecilkan skala insiden itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manager Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani berdalih bahwa kerusakan yang terjadi bukanlah masalah besar dan bisa diatasi dengan kilat. Bahkan dia menyebutkan bahwa wahana itu bisa langsung berfungsi kembali satu jam setelah tiang penyangganya patah.
"Setelah kami cek kronologinya memang ada kerusakan di wahana Tiram. Tapi peristiwa itu bisa diatasi secara cepat oleh petugas," ujar Panji kepada detikJatim. "Sudah beroperasi lagi karena itu pembenahan cuma memakan waktu satu jam setelah kejadian. Saya pastikan itu sudah aman kok."
Alih-alih menyalahkan kualitas material atau perawatan fasilitas, pengelola justru 'menunjuk hidung' pengunjung sebagai penyebab utama patahnya besi penyangga. Panji menyebut ada kecenderungan pengunjung dewasa yang memaksakan diri naik ke wahana yang sebenarnya diperuntukkan bagi anak-anak dengan batas beban maksimal 80 kg.
"Berdasarkan analisa kami, kerusakan wahana ini karena kapasitas beban penumpang seharusnya hanya 80 kg per orang. Tapi, seringkali pengunjung dengan berat lebih memaksa untuk menaiki wahana," jelasnya.
Senada dengan itu, Humas Mikutopia Brian Kenenda juga berdalih bahwa beban kerja ekstra akibat membludaknya pengunjung mencapai 3.500 orang pada hari kejadian menjadi salah satu faktor yang menyebabkan insiden itu terjadi.
Meski sempat mengakui adanya kelalaian petugas dalam mengedukasi pengunjung, pengelola tetap bersikukuh bahwa wahana yang sempat ambruk dari ketinggian 30 cm itu sudah layak beroperasi lagi sejak Sabtu (4/4).
(irb/dpe)
