Mengenal Selat Hormuz yang Cabangnya Kini Muncul di Sidokare Sidoarjo

Kabar Inet

Mengenal Selat Hormuz yang Cabangnya Kini Muncul di Sidokare Sidoarjo

Rachmatunnisa - detikJatim
Minggu, 05 Apr 2026 18:00 WIB
The Parnassos crude oil tanker sits anchored as the traffic is down in the Strait of Hormuz, amid the U.S.-Israeli conflict with Iran, in Muscat, Oman, March 10, 2026. REUTERS/Benoit Tessier
Selat Hormuz. (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)
Sidoarjo -

Selat Hormuz yang sering muncul dalam pembahasan soal ketegangan antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia. Di balik perannya yang strategis, kawasan yang belakangan di Google Maps muncul cabangnya di Sidoarjo, Jawa Timur itu menyimpan kisah geologi luar biasa.

Wilayah Selat Hormuz adalah hasil dari tabrakan 2 benua raksasa yang terjadi jutaan tahun lalu. Dilansir dari detikInet mengutip National Geographic, Minggu (5/4/2026), Selat Hormuz bukan sekadar perairan sempit antara Teluk Persia dan Teluk Oman.

Selat Hormus disebut 'laboratorium alami' yang memperlihatkan proses pembentukan Bumi secara langsung. Sekitar seperempat perdagangan minyak dunia bahkan melewati jalur ini dan menjadikannya salah satu titik paling penting di Bumi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terbentuknya Selat Hormuz

Fenomena unik itu diperkirakan bermula 35 juta tahun lalu, ketika Lempeng Arab bergerak ke utara dan bertabrakan dengan Lempeng Eurasia. Tabrakan ini tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan berlangsung sangat lama dan masih terus berlangsung hingga sekarang.

Mark Allen, kepala Departemen Ilmu Bumi di Durham University, Inggris, menjelaskan bahwa proses tersebut sangat kompleks dan berkelanjutan. "Proses tabrakan benua tidak terjadi dalam sekejap," ujar Allen.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan bahwa gaya besar di dalam Bumi masih terus bekerja bahkan setelah kedua benua 'menyatu'. Akibat tabrakan itu, lapisan kerak Bumi terlipat dan menebal, membentuk Pegunungan Zagros di Iran. Di saat yang sama, tekanan menciptakan cekungan yang kemudian terisi air dan menjadi Teluk Persia serta Selat Hormuz.

Kawasan Selat Hormuz juga memiliki struktur geologi langka yang disebut ophiolite, yaitu batuan dari dasar samudra yang terdorong naik ke permukaan. Mike Searle, profesor ilmu kebumian dari University of Oxford, Inggris, menyebut kawasan ini sebagai salah satu tempat terbaik di dunia untuk melihat fenomena tersebut.

"Ini adalah salah satu kompleks ophiolite terbesar dan terbaik di dunia," ujar Searle.

Batuan ini biasanya berada jauh di dasar laut, namun di Selat Hormuz bisa terlihat langsung di permukaan, sesuatu yang sangat jarang terjadi. Keunikan geologi ini juga menghasilkan bentang alam dramatis, mulai dari tebing batu curam, lembah yang terendam air laut, hingga pulau-pulau dengan warna tanah yang mencolok.

Selain itu, wilayah ini juga dikenal dengan kubah garam (salt domes), yaitu lapisan garam purba yang terdorong ke atas akibat tekanan tektonik. Dalam beberapa kasus, garam tersebut bahkan mengalir seperti gletser batu di lereng pegunungan.

Menariknya, proses geologi yang sama juga menjadi alasan mengapa kawasan ini kaya akan minyak dan gas. Selama ratusan juta tahun sebelum tabrakan benua, wilayah ini berada di bawah laut dangkal yang memungkinkan terbentuknya cadangan hidrokarbon dalam jumlah besar.

Pembatasan oleh Iran Saat Perang dengan AS-Israel

Selat Hormuz yang merupakan jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global kini terdampak perang berkelanjutan antara AS dan Israel melawan Iran. Aktivitas perlintasan di jalur perairan penting itu secara efektif dibatasi oleh Iran sejak awal Maret.

Pembatasan ini memicu gangguan global yang meningkatkan biaya pengiriman dan mendorong harga minyak global lebih tinggi. Iran hanya mengizinkan sejumlah kapal dari negara tertentu dan menutup sepenuhnya untuk negara-negara musuh.

Terbaru, kapal Irak diizinkan melewati Selat Hormuz di tengah blokade yang lebih luas terhadap jalur laut utama di muara Teluk itu.

"Kami mengumumkan bahwa negara saudara kami, Irak, dibebaskan dari pembatasan apa pun yang telah kami berlakukan di Selat Hormuz," kata juru bicara Ebrahim Zolfaghari kepada televisi pemerintah, dilansir dari detikNews mengutip AFP, Minggu (5/4/2026).

Zolfaghari menekankan bahwa pembatasan Selat Hormuz hanya berlaku untuk negara musuh Iran.

"Dan pembatasan ini hanya berlaku untuk negara-negara musuh," katanya.

Tidak hanya Irak, Iran sebelumnya telah mengizinkan sejumlah kapal dari negara lain melintasi Selat Hormuz. Terbaru adalah kapal tanker milik Filipina. Manila mengatakan bahwa Teheran telah berjanji mengizinkan perlintasan aman bagi pengiriman minyak ke negara yang sangat bergabung pada impor minyak tersebut.

Bukan cuma itu, Iran sebelumnya juga telah mengizinkan kapal-kapal milik sejumlah negara seperti Malaysia, Thailand, China hingga India untuk melintasi Selata Hormuz.

Cabang Selat Hormuz muncul di Sidoarjo

Belakangan ini viral di media sosial akses jalan Perumahan Sidokare Asri, Sidoarjo ditutup oleh seorang bapak-bapak warga perumahan itu. Akses jalan yang ditutup itu segera viral dengan istilah "Selat Hormuz Cabang Sidokare" yang kini juga telah nongol sebagai nama lokasi di Google Maps (Gmaps).

Sebagaimana dipantau detikJatim di Gmaps, lokasi bernama "Selat Hormuz Sidokare" telah ditambahkan oleh seseorang yang diduga warga setempat dengan alamat GPP3+WWW, Praban, Sidokare, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Terpantau sudah ada 7 ulasan dengan rating lokasi rata-rata 2,1 untuk destinasi ini. Ulasan yang datang baik dari pemandu lokal atau local guide Google Maps maupun dari warganet yang bukan pemandu lokal cukup beragam. Rata-rata menanggapi destinasi baru ini dengan candaan.

Salah satu ulasan paling awal muncul, yakni pada Minggu (4/4) malam sekitar pukul 22.00 WIB, datang dari pemandu lokal pemilik akun Google Yubiantara. Dia menyampaikan permintaan tolong dalam Bahasa Jawa.

"Njauk tulung gruduk en ae (minta tolong digeruduk saja)," demikian kata pemilik akun Yubiantara dilihat detikJatim, Minggu (5/4/2026).

Penutupan akses jalan perumahan secara sepihak ini terjadi di Perumahan Sidokare Asri, Sidoarjo oleh salah satu warga di perumahan. Para tetangga dibuat kerepotan karena harus memutar saat hendak melintas jalan depan rumah warga yang ditutup sepihak itu.

Dalam beberapa video CCTV yang beredar, warga pengendara mobil terpaksa mundur teratur karena jalan itu ditutup sebagian dengan benda semacam papan. Bahkan, ada warga yang harus merelakan mobilnya lecet demi melewati jalan itu.

Video-video itu diunggah akun TikTok @Brilliant_Prayoga. Tampak dalam video itu seorang pria lanjut usia (lansia) yang menutup jalan secara sepihak. Ia diduga mengakui jalan tersebut milik pribadi.

Terlihat dalam kompilasi video yang sama, pria itu tampak menutup jalan dengan jemuran, lalu dia juga menutup jalan dengan plang besi, hingga menjaga sendiri jalan depan rumahnya itu sembari membawa tongkat.

"Penjagaan Selat Hormuz βœ– Jalan Akses Perum βœ”," demikian keterangan dalam video itu.

Dalam video lainnya, pemilik akun TikTok juga menampilkan detik-detik rekaman CCTV saat lansia tersebut tampak seperti menghalangi akses mobil yang lewat jalan depannya. Lalu, ada pula video rekaman CCTV saat mobil nekat melewati "Selat Hormuz Sidokare" hingga mobilnya lecet.

"Cara lain melewati selat hormuz cabang sidokare Mobil lecet dikit gpp," keterangan dalam video itu.

Baca selengkapnya di sini dan di sini.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads