Istilah "Selat Hormuz Cabang Sidokare" mendadak viral di media sosial. Julukan itu muncul setelah sebuah jalan alternatif di Perumahan Sidokare Asri, Sidoarjo ditutup sepihak oleh warga, hingga disamakan dengan penutupan Selat Hormuz di Iran yang dikenal sebagai jalur strategis dunia.
Penutupan jalan itu dilakukan oleh salah satu warga perumahan tersebut. Akibatnya, para tetangga dibuat kerepotan karena harus memutar saat jalan depan rumah warga tersebut ditutup sepihak.
Dalam beberapa video CCTV yang beredar, warga terpaksa harus memundurkan mobilnya lantaran tak bisa melewati jalan yang ditutup sebagian. Bahkan, ada warga yang harus merelakan mobilnya lecet demi melewati jalan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari video yang diunggah akun TikTok @Brilliant_Prayoga menunjukkan rekaman CCTV aksi pria lanjut usia (lansia) yang diduga salah satu warga perumahan, menutup jalan secara sepihak. Ia diduga mengakui jalan tersebut milik pribadi.
Video tersebut juga memperlihatkan saat lansia menutup jalan dengan jemuran, lalu dengan plang besi hingga menjaga sendiri jalan depan rumahnya sembari membawa tongkat.
"Penjagaan
Selat Hormuz β
Jalan Akses Perum β" keterangan dalam video yang dilihat detikJatim, Minggu (5/4/2026).
Dalam video lainnya, pemilik TikTok juga menampilkan detik-detik rekaman CCTV saat lansia tersebut tampak seperti menghalangi akses mobil yang lewat jalan depannya. Lalu, ada pula video rekaman CCTV saat mobil nekat melewati "Selat Hormuz Sidokare" hingga mobilnya lecet.
"Cara lain melewati selat hormuz cabang sidokare
Mobil lecet dikit gpp," tulis video tersebut.
'Selat Hormuz Cabang Sidokare' Sidoarjo Foto: Suparno/detikJatim |
detikJatim mencoba mendatangi perumahan tersebut dan menemui Ketua RT 53 RW 16 Perumahan Sidokare Asri, Abdul Rofik. Ia pun membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut, peristiwa itu terjadi secara spontan saat seorang warga hendak melintas.
"Saya selaku Ketua RT 53 membenarkan memang kejadian tersebut yang lagi viral. Kejadian itu spontan, jadi salah satu warga yang hendak keluar melewati portal tersebut mengalami kejadian itu lalu merekam," ujar Rofik kepada detikJatim, Minggu (6/4/2026).
Menurut Rofik, penutupan jalan bukan pertama kali terjadi. Ia mengungkapkan, warga yang bersangkutan kerap menutup akses jalan secara pribadi sehingga mengganggu pengguna jalan lain.
"Memang kejadian seperti itu sudah sering. Tapi waktu itu kondisinya terlalu penuh, jadi tidak bisa lewat, akhirnya terjadi percekcokan," jelasnya.
Ia menambahkan, portal yang digunakan untuk menutup jalan bukanlah fasilitas resmi dari pengurus RT, melainkan dibuat secara pribadi oleh warga tersebut.
"Kalau portal resmi dari RT itu ada, tapi ini penutup jalan pribadi, yang bikin sendiri," tegasnya.
Rofik juga menyebut, pihaknya belum mengetahui secara pasti alasan warga tersebut kerap menutup jalan. Sebab, yang bersangkutan tidak pernah berkoordinasi dengan pengurus lingkungan.
"Untuk tujuannya kami kurang paham, karena tidak pernah menyampaikan ke pengurus RT," tambahnya.
Terkait kejadian ini, pengurus lingkungan bersama warga telah melakukan mediasi. Rofik memastikan persoalan tersebut sudah ditangani dan diharapkan tidak terulang kembali.
"Tadi malam sudah ada mediasi dengan lingkungan. Insyaallah sudah selesai dan besok direncanakan sudah clear," pungkasnya.

