Tiga warga Trenggalek dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar serius akibat ledakan gas bocor. Akibat peristiwa ledakan tersebut salah satu korban mengalami luka bakar hingga 70%.
Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Eko Widiantoro mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu pagi pukul 5.10 WIB di rumah milik Marini di Jalan MT Haryono Nomor 1, RT 14, RW 05, Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek.
"Saat itu Marini dan dua anggota keluarganya sedang beraktivitas di dapur. Saat menyalakan kompor gas tiba-tiba terjadi ledakan disertai api," kata AKP Eko Widiantoro, Sabtu (4/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat ledakan disertai semburan api itu, korban Marini (71), Winarni (53), dan Sulastri (60) mengalami luka bakar.
"Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh saksi Nano, dia mendengar suara ledakan dari dapur korban, akhirnya langsung didatangi," ujarnya.
Saat itulah korban Marini keluar dari dapur dan meminta tolong. Saksi langsung mengambil air dan menyiramkannya ke tubuh korban. Tak hanya itu saat masuk ke dapur saksi melihat dua korban korban Winarni dan Sulastri dalam kondisi terjatuh di lantai dan terbakar.
"Saksi Nano mengambil air dan menyiramkan ke tubuh korban. Kemudian dia mengevakuasi korban dari dapur," jelasnya.
Saat itu kondisi dapur rumah masih tercium aroma gas bocor. Untuk menghindari kejadian serupa, Nano melepas tabung gas dari regulator dan membawa ke luar rumah.
"Para korban selanjutnya mendapakan pertolongan pertama dari Tim PSC 110 Trenggalek dan dibawa ke RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," imbuhnya.
Eko menambahkan dari hasil penyelidikan sementara insiden ledakan tersebut diduga berasal dari kebodohan gas LPG yang ada di dapur. Gas yang keluar memenuhi ruangan akhirnya meledak saat terkena percikan api kompor.
"Jadi gas yang memenuhi ruangan ini meledak karena kena api saat menyalakan kompor," imbuhnya.
Pihaknya memastikan ledakan disertai kobaran api tersebut tidak sampai membakar bangunan rumah korban.
Sementara itu Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sujiono mengatakan bahwa dari hasil observasi awal korban Marini mengalami luka bakar hingga 67%, sedangkan Winarni mengalami luka bakar 70% dan korban Sulastri luka bakar 22,5%.
"Luka bakar yang dialami nyonya M dan W ini cukup serius, sehingga harus kami rujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Sementara itu nyonya S untuk sementara kami observasi di Trenggalek," jelasnya.
