Daftar Wilayah Jatim yang Masuk Kemarau Lebih Awal 2026, Cek Daerahmu!

Daftar Wilayah Jatim yang Masuk Kemarau Lebih Awal 2026, Cek Daerahmu!

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Sabtu, 04 Apr 2026 12:50 WIB
Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat memantau alat meteorologi di Stasiun Meteorologi kelas III - Kemayoran, Jakarta, Senin (30/3/2026). BMKG memprediksi musim kemarau 2026 datang lebih awal, dengan sebagian wilayah mulai mengalaminya sejak April.
Ilustrasi kemarau Jawa Timur. Foto: Gilang Faturahman/detikfoto
Surabaya -

Dikutip dari akun Instagram resmi @jatimpemprov, kemarau 2026 di Jawa Timur diprediksi akan datang lebih awal, lebih kering, dan lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya. BMKG mencatat ada pergeseran nyata tahun ini.

Menurut BMKG, curah hujan selama musim kemarau 2026 diprediksi akan di bawah normal di sebagian besar Jawa Timur. Hal ini menyebabkan hujan akan semakin jarang, tanah semakin kering, dan sumber air semakin berkurang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab Kemarau Datang Lebih Awal

BMKG menjelaskan ada dua faktor utama yang memicu kemarau datang lebih cepat.

Faktor tersebut adalah melemahnya fenomena La Nina sejak Februari 2026 yang sebelumnya membawa curah hujan tinggi serta datangnya Angin Monsun Australia lebih awal.

ADVERTISEMENT

Fenomena ini membawa udara kering dan menggantikan Monsun Asia lebih cepat dari biasanya.

Puncak Musim Kemarau 2026

Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan menjelaskan bahwa puncak kemarau diperkirakan terjadi pada periode Juli hingga September 2026.

"Sebagian besar hampir 70% wilayah di Jawa Timur itu puncak musim kemaraunya ada di bulan Agustus," jelasnya.

Secara keseluruhan, sekitar 71,6% wilayah Jawa Timur diprediksi mengalami puncak kemarau pada Agustus.

Sementara itu, sekitar 56,9% wilayah diperkirakan sudah mulai memasuki musim kemarau sejak Mei 2026, dengan beberapa daerah bahkan lebih dulu mengalaminya pada April.

Daftar Wilayah Jawa Timur yang Masuk Kemarau April 2026

Dalam pemantauan data, BMKG menggunakan hitungan dasarian atau periode 10 hari. Berikut adalah daftar wilayah Jawa Timur yang mengalami kemarau April 2026.

Wilayah dengan Awal Kemarau Dasarian I April (1-10 April)

  • Bangkalan: Tanjung Bumi
  • Banyuwangi: Kalipuro
  • Jember: Ambulu, Balung, Puger, Tempurejo, Wuluhan, Gumukmas, Jombang, Kencong, Umbulsari
  • Sampang: Banyuates, Ketapang
  • Situbondo: Asembagus, Banyuputih, Jangkar, Banyuglugur, Besuki, Jatibanteng, Mlandingan, Suboh, Bungatan, Kapongan, Kendit, Mangaran, Panarukan, Panji, Situbondo
  • Probolinggo: Besuk, Dringu, Gending, Kraksaan, Krejengan, Pajarakan, Sumberasih, Kotaanyar, Paiton, Pakuniran
  • Kota Probolinggo: Kademangan, Kanigaran, Kedopok, Mayangan, Wonoasih

Wilayah dengan Awal Kemarau Dasarian II April (11-20 April)

  • Bangkalan: Arosbaya, Geger, Klampis, Kokop, Sepulu
  • Banyuwangi: Banyuwangi, Blimbingsari, Giri, Glagah, Kabat, Rogojampi, Singojuruh, Bangorejo, Cluring, Gambiran, Muncar, Pesanggaran, Purwoharjo, Siliragung, Srono, Tegaldlimo, Tegalsari
  • Bojonegoro: Balen, Baureno, Kanor, Kepohbaru, Sumberrejo
  • Lamongan: Babat, Karanggeneng, Kedungpring, Laren, Maduran, Modo, Sekaran
  • Lumajang: Kunir, Lumajang, Rowokangkung, Sumbersuko, Tekung, Tempeh, Yosowilangun
  • Tuban: Bancar, Jatirogo, Kenduruan, Tambakboyo, Palang, Plumpang, Rengel, Widang
  • Sumenep: Batang, Batuan, Dungkek, Gapura, Gayam, Giliginting, Kalianget, Kota Sumenep, Manding, Nonggunong, Ra'as, Saronggi, Talango
  • Pasuruan: Gondang Wetan, Grati, Kraton, Lekok, Nguling, Pohjentrek, Rejoso, Winongan
  • Kota Pasuruan: Bugul Kidul, Gadingrejo, Panggungrejo, Purworejo
  • Probolinggo: Tongas

Wilayah dengan Awal Kemarau Dasarian III April (21-30 April)

  • Blitar: Binangun, Kesamben, Selopuro, Wates
  • Bojonegoro: Bojonegoro, Dander, Gayam, Kalitidu, Kapas, Kasiman, Kedewan, Malo, Margomulyo, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Tambakrejo, Trucuk
  • Bondowoso: Botolinggo, Cerme, Klabang, Prajekan
  • Gresik: Bungah, Duduksampeyan, Gresik, Manyar, Sidayu, Ujungpangkah
  • Lamongan: Glagah
  • Madiun: Dagangan, Dolopo, Geger, Kebonsari, Gemarang, Wungu
  • Tuban: Bangilan, Grabagan, Jenu, Kerek, Merakurak, Montong, Semanding, Singgahan, Tuban, Parengan, Senori, Soko
  • Sumenep: Bluto, Ganding, Guluk-Guluk, Pragaan
  • Situbondo: Arjasa
  • Trenggalek: Panggul
  • Ponorogo: Babadan, Badegan, Balong, Bungkal, Jambon, Jenangan, Jetis, Kauman, Mlarak, Ponorogo, Sambit, Sampung, Sawoo, Siman, Slahung, Sukorejo
  • Sampang: Camplong, Kedungdung, Omben, Sampang, Torjun
  • Nganjuk: Bagor, Baron, Berbek, Gondang, Jatikalen, Lengkong, Nganjuk, Patianrowo, Rejoso, Sukomoro, Tanjunganom, Wilangan
  • Pacitan: Donorojo, Pringkuku, Punung, Kebonagung, Ngadirojo, Pacitan, Sudimoro, Tulakan
  • Kota Madiun: Taman
  • Magetan: Kawedanan, Lembeyan, Nguntoronadi, Parang, Takeran
  • Malang: Bantur, Donomulyo, Kalipare, Pagak


(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads