Partai Demokrat menggelar acara silaturahmi dan halal bihalal di Gresik yang dihadiri ratusan kader dari wilayah Gresik dan Lamongan. Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turut membakar semangat para kader. Ia meminta seluruh kader untuk bekerja lebih keras dan bangkit menghadapi Pemilu 2029.
"Kalau kita bekerja lebih keras dan ikhlas, Insya Allah hasilnya akan lebih baik dan penuh keberkahan," kata Emil di Gresik saat mendampingi Sekjen DPP Demokrat Herman Khaeron, Jumat (3/4/2026).
Emil menegaskan bahwa Partai Demokrat merupakan rumah besar untuk berbuat bagi bangsa dan negara. Ia menilai kehadiran Sekjen menjadi energi baru bagi kader di Jawa Timur dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan kinerja politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Politik adalah wadah konkret dari apa yang terjadi di sekitar kita. Kalau dijalankan dengan semangat kekeluargaan, maka tantangan seberat apa pun akan terasa lebih ringan," jelasnya.
Emil juga menyoroti posisi strategis Gresik sebagai salah satu tulang punggung industri nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan partai dalam mengawal program pemerintah pusat.
"Gresik dan Lamongan menjadi bagian penting pengembangan kawasan Pantura, termasuk sabuk industri. Kita di eksekutif juga punya tanggung jawab mengawal program Presiden Prabowo," jelasnya.
Ia mencontohkan sejumlah pembangunan infrastruktur yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti Jembatan Sembayat, serta upaya penanganan banjir di wilayah Benjeng dan Balongpanggang.
"Kita dorong pembangunan danau retensi agar air punya tempat 'parkir'. Penataan tata ruang juga terus dilakukan agar lebih berkelanjutan," paparnya.
Sementara itu, Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron menyampaikan salam dari Ketua Dewan Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Anggota Komisi VI DPR RI tersebut menegaskan komitmen seluruh kader Demokrat untuk mengemban amanah besar, termasuk menyukseskan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Ketum AHY tidak pernah meninggalkan tanggung jawab besar. Beliau terus menjaga kebesaran dan kemajuan Partai Demokrat, serta memikirkan bagaimana partai ini bisa memenangkan Pemilu mendatang," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa semangat juang kader tidak boleh surut. Menurutnya, perjuangan politik tidak bisa dilakukan secara instan atau hanya saat momentum pemilu.
"Perjuangan itu harus dimulai sekarang. Jangan menunggu pertempuran tiba. Kalau kita baru turun ke masyarakat saat mereka sudah didekati pihak lain, maka perjuangan akan jauh lebih mahal," tegasnya.
Menurut Herman, pendekatan emosional kepada masyarakat hanya dapat dibangun melalui kehadiran yang konsisten. Karena itu, kader diminta aktif turun ke lapangan, membantu masyarakat, serta menghadirkan politik yang membawa kebaikan.
"Kalau setiap hari kita hadir, berbagi, dan mengingatkan masyarakat, maka kepercayaan akan terbangun tanpa harus mengeluarkan biaya besar," imbuhnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya terus berkeliling ke berbagai daerah untuk memastikan struktur partai berjalan solid hingga ke tingkat bawah sesuai dengan AD/ART.
"Kita harus memahami situasi sosial masyarakat. Mereka butuh kehadiran kita dan keyakinan bahwa Demokrat punya solusi untuk masa depan," jelasnya.
Herman turut mengajak kader untuk menghormati perjuangan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang masih aktif turun ke masyarakat.
"Pak SBY bahkan naik bus keliling Jawa, berhenti di berbagai tempat, menyapa masyarakat. Itu bentuk tanggung jawab besar menjaga Demokrat tetap prospektif dan dicintai rakyat," tandasnya.
(ihc/dpe)











































