Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, memicu longsor di lahan uruk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Desa Kradinan. Material longsoran di kawasan wisata Bukit Tunggulmanik tersebut kini mengancam belasan rumah warga.
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji, menjelaskan peristiwa terjadi pada Kamis (2/4/2026) sore. Titik longsor merupakan lokasi pembuangan tanah untuk proyek pembangunan koperasi.
"Kondisi timbunan tanah sepanjang 100 meter dengan lebar 50 meter itu masih labil, sehingga langsung longsor saat hujan deras," kata Sudarmaji, Jumat (3/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah Sugiono yang juga terdampak longsoran. (Foto: Istimewa/dok. BPBD Tulungagung) |
Meski belum ada rumah yang rusak langsung akibat longsoran ini, terdapat 12 rumah warga di bawah tebing yang kini dalam posisi terancam jika terjadi longsor susulan. Jarak pemukiman dengan titik longsor hanya sekitar 100 meter.
"Jika terjadi longsor susulan, rumah di bawahnya bisa terdampak. Untuk meminimalisir risiko, kami memasang 20 lembar terpal agar air hujan tidak langsung meresap ke mahkota longsor," jelasnya.
Selain di lokasi proyek KDMP, longsor juga menerjang Dusun Krajan, Desa Kradinan. Tebing setinggi empat meter ambrol dan menghantam rumah milik Sugiono hingga dindingnya jebol.
"Material longsor masuk ke dalam rumah. Hari ini warga bersama petugas gabungan bergotong royong membersihkan sisa material," tambah Sudarmaji.
Pihak BPBD mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan untuk tetap waspada, mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah pegunungan Tulungagung.

